SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai program strategis nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan hingga level desa dan kelurahan.
Bupati Sidoarjo H. Subandi kini tak hanya mengandalkan dukungan APBD maupun pemerintah pusat. Ia mulai menggandeng sektor swasta untuk mempercepat pembangunan gerai koperasi yang diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru masyarakat desa.
Langkah itu ditegaskan saat Subandi memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan Gerai KDKMP Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Senin (11/5/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, jajaran kepala OPD, Camat Waru, Kepala Desa Ngingas, hingga manajemen pengembang Perumahan Delta Sari Waru.
Subandi menegaskan, keberhasilan program KDKMP tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting agar koperasi benar-benar tumbuh sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat.
“Dari pengembang Perumahan Delta Sari, kami mohon dukungannya agar program KDKMP yang menjadi program Presiden ini bisa segera berjalan,” kata Subandi.
Ia menjelaskan, dari total 213 gerai KDKMP yang direncanakan berdiri di seluruh wilayah Sidoarjo, sebanyak 58 gerai telah rampung 100 persen. Sementara 155 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Khusus Gerai KDKMP Desa Ngingas, progres pengerjaan saat ini baru mencapai 6,65 persen. Meski masih tahap awal, lokasi tersebut dinilai sangat potensial karena berada di kawasan padat aktivitas industri rumahan dan sentra UMKM logam yang selama ini menjadi identitas ekonomi Desa Ngingas.
Namun percepatan pembangunan masih terkendala akses jalan menuju lokasi gerai. Sebagian akses diketahui masih berada dalam penguasaan pengembang Perumahan Delta Sari Waru.
Menurut Subandi, akses jalan menjadi faktor krusial agar gerai koperasi mudah dijangkau masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
“Kalau akses jalannya bagus, gerai koperasi akan lebih mudah terlihat dan diakses masyarakat. Ini penting agar koperasi bisa hidup dan berkembang,” ujarnya.
Pihak pengembang pun menyatakan kesiapan mendukung percepatan proyek tersebut. Perwakilan Delta Sari Waru, Suryandanu, mengatakan pihaknya siap membahas teknis pembukaan akses jalan bersama pemerintah desa.
“Secara prinsip kami mendukung kegiatan ini. Secara teknis nanti akan kami bahas di lapangan agar akses jalan menuju koperasi dapat segera direalisasikan,” kata Suryandanu.
Program KDKMP sendiri dirancang bukan sekadar koperasi konvensional berbasis simpan pinjam. Pemerintah menyiapkannya sebagai pusat layanan ekonomi terpadu di tingkat desa.
Dalam konsepnya, gerai koperasi akan menyediakan berbagai layanan kebutuhan masyarakat, mulai dari gerai sembako murah, penjualan produk UMKM lokal, layanan logistik, pembayaran digital, hingga pusat distribusi kebutuhan pokok.
Model tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi barang, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuka lapangan pekerjaan baru di desa.
Secara nasional, program KDKMP menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus memperkuat kemandirian desa di tengah tekanan ekonomi dan persaingan pasar modern.
Keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam menjalankan program tersebut bahkan mulai mendapat perhatian pemerintah pusat. Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo mengungkapkan sedikitnya empat kementerian dan lembaga telah turun langsung melakukan evaluasi ke lapangan.
“Hasil evaluasi mereka sangat positif. Bahkan, Sidoarjo direncanakan menjadi contoh nasional dalam pelaksanaan pembangunan gerai KDKMP,” ujar Shobirin.
Ia menyebut kunjungan dilakukan oleh sejumlah instansi strategis seperti Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Predikat calon percontohan nasional itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap percepatan koperasi berbasis desa di Sidoarjo.
Bagi Subandi, program KDKMP bukan hanya proyek pembangunan fisik semata. Ia menilai koperasi modern harus menjadi simbol kebangkitan ekonomi gotong royong yang melibatkan pemerintah, desa, masyarakat, TNI, dan sektor swasta secara bersama-sama.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Sidoarjo optimistis seluruh gerai KDKMP dapat segera rampung dan beroperasi sesuai target.
Jika seluruh jaringan koperasi itu berjalan, KDKMP diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa-desa Sidoarjo, memperkuat UMKM lokal, mendekatkan layanan ekonomi masyarakat, sekaligus meneguhkan kembali koperasi sebagai sokoguru perekonomian
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar