Sidoarjo Genjot Strategi 3R, Kolaborasi Kampus-Industri Tekan Sampah

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan kerja sama UMSIDA dan Tjiwi Kimia dalam forum 3R di Kampus UMSIDA, Senin (27/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penandatanganan kerja sama UMSIDA dan Tjiwi Kimia dalam forum 3R di Kampus UMSIDA, Senin (27/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Upaya menekan persoalan sampah di Sidoarjo mulai diarahkan ke kolaborasi konkret lintas sektor. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), pemerintah daerah, dan industri sepakat mendorong penerapan strategi Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai solusi jangka panjang yang berdampak langsung ke lingkungan dan kualitas hidup warga.

Forum “Penerapan 3R: Strategi dan Tantangan” yang digelar di Kampus UMSIDA, Senin (27/4), mempertemukan unsur akademisi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta pelaku industri untuk menyamakan langkah menghadapi lonjakan sampah.

Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani secara sektoral. Menurutnya, pendekatan kolaboratif penting agar kebijakan pengelolaan sampah lebih efektif dan tepat sasaran.

“Persoalan sampah ini berdampak langsung pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu, butuh keterlibatan semua pihak, termasuk kampus dan industri,” ujarnya.

Dari sisi industri, Public Affair & License Manager PT Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, menekankan pentingnya perubahan perilaku sebagai fondasi utama. Ia menyebut, penerapan 3R harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan tempat kerja.

“Budaya 5R jadi pintu awal. Kalau lingkungan sudah rapi dan efisien, pengurangan sampah akan berjalan lebih mudah,” katanya.

Kolaborasi ini diperkuat dengan penandatanganan MoU antara UMSIDA dan PT Tjiwi Kimia. Kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung praktik industri, sekaligus mempercepat transfer pengetahuan dari teori ke implementasi lapangan.

Bagi masyarakat, sinergi ini diharapkan menghasilkan solusi nyata, mulai dari pengurangan volume sampah hingga peningkatan kualitas layanan lingkungan. Selain itu, edukasi publik terkait pengelolaan sampah juga diproyeksikan semakin masif.

Ketua PSLSC UMSIDA, Dr. Syamsudduha Syahrorini, menilai langkah ini sebagai awal membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar forum diskusi, tapi langkah awal menciptakan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru