Situs Diskominfo Jatim Diretas, Muncul Artikel Provokatif Serang Gubernur Khofifah

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar situs resmi Diskominfo Jatim yang menampilkan pesan 503 Service Unavailable usai dilaporkan diretas, Rabu (25/6/2025). (Tankapn Layar)

Tangkapan layar situs resmi Diskominfo Jatim yang menampilkan pesan 503 Service Unavailable usai dilaporkan diretas, Rabu (25/6/2025). (Tankapn Layar)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Situs resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur diduga diretas pada Rabu, 25 Juni 2025. Dalam insiden tersebut, sempat muncul artikel provokatif berjudul “Copot Jabatan dan Penjarakan Khofifah” yang menargetkan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Artikel tak lazim itu sempat terdeteksi muncul di hasil pencarian Google sekitar pukul 11.54 WIB. Namun ketika tautan diakses, laman situs menampilkan pesan eror dan tidak dapat dijangkau. Informasi ini pertama kali dilansir oleh Metrotvnews.com.

Kepala Diskominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, membenarkan adanya dugaan peretasan terhadap website lembaganya.

“Iya benar, saat ini masih dalam proses tracing. Website kami memang sedang di-hack,” ujar Sherlita saat dikonfirmasi.

Namun, Sherlita enggan berkomentar lebih jauh terkait isi artikel yang menyasar langsung Gubernur Khofifah. Ia menegaskan saat ini pihaknya tengah fokus pada langkah-langkah pengamanan sistem serta pelacakan jejak digital para pelaku.

“Kami masih melakukan penelusuran mendalam terkait pelaku dan motif peretasan itu,” tegasnya.

Kemunculan konten provokatif di situs resmi pemerintah ini menambah eskalasi di tengah sorotan publik terhadap Gubernur Khofifah. Sebelumnya, Khofifah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) yang bersumber dari APBD Jawa Timur.

Namun hingga kini, Khofifah belum memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sedang cuti untuk menghadiri wisuda putrinya di Peking University, Tiongkok. Pihak KPK sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pemanggilan ulang terhadap Gubernur Jatim tersebut.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 21:38 WIB

Hardiknas 2026: Anak SD Jadi Komandan Paskibra, Murid SR Mojokerto Pidato 5 Bahasa di Depan Khofifah

Senin, 4 Mei 2026 - 21:26 WIB

Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa

Senin, 4 Mei 2026 - 12:28 WIB

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru