SMSI Serukan Dukungan Percepatan RUU Perampasan Aset Koruptor

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum SMSI Firdaus  (Foto Dok SMSI)

Ketua Umum SMSI Firdaus (Foto Dok SMSI)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan sejumlah pandangan terkait perkembangan situasi nasional dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan resmi ini ditegaskan Ketua Umum SMSI Firdaus bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar pada Senin (8/9/2025).

Dalam keterangannya, Firdaus menyampaikan penghargaan kepada TNI dan Polri yang dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika politik dan sosial. Menurutnya, kinerja aparat keamanan berhasil meredam potensi konflik tanpa menimbulkan persoalan baru yang dapat mengganggu kedaulatan negara.

“Peran TNI dan Polri sangat krusial dalam menjaga kondusivitas. Kami melihat langkah-langkah yang dilakukan sejauh ini cukup efektif dan menenangkan masyarakat,” ujarnya.

SMSI juga mengingatkan pentingnya pers dalam sistem demokrasi. Firdaus menekankan bahwa media, sebagai pilar keempat demokrasi, perlu terus menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat fungsi edukasi publik. Hal ini, katanya, menjadi kunci agar demokratisasi tetap berjalan di Indonesia.

“Media harus hadir bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pendidik masyarakat agar tidak mudah terprovokasi,” ucapnya.
Selain itu, SMSI mendorong seluruh anggota dan pengurusnya untuk ikut mengawal agenda pemberantasan korupsi. Salah satu langkah yang disuarakan adalah mendukung percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset dan Pemiskinan Koruptor.

Menurut Firdaus, dukungan masyarakat sipil, termasuk media, sangat penting untuk memastikan aturan itu benar-benar berjalan sebagai instrumen hukum yang efektif dalam memberantas korupsi.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, SMSI menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menyelesaikan masa baktinya hingga 2029. Dukungan ini disebut sebagai bagian dari komitmen SMSI dalam mendorong percepatan pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Tak hanya itu, SMSI mengusulkan agar ada kebijakan baru terkait sistem perwakilan di tingkat eksekutif. Firdaus menyarankan agar posisi wakil presiden diperluas menjadi tiga orang dengan pembagian tugas pengawasan di wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.

Firdaus menegaskan bahwa seluruh sikap yang disampaikan SMSI merupakan bentuk tanggung jawab organisasi media dalam menjaga keberlangsungan bangsa dan negara. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu demi memperkuat persatuan nasional.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan bimbingan kepada kita semua dalam menjaga persatuan dan kejayaan Indonesia,” pungkas Firdaus.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:50 WIB

Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terbaru