PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Banjir bandang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Rabu malam (21/1/2026). Tingginya intensitas curah hujan di kawasan hulu dan hilir sungai memicu luapan air yang merendam permukiman warga, fasilitas umum, hingga lembaga pendidikan keagamaan di beberapa kecamatan.
Data sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mencatat, wilayah terdampak meliputi Dusun Sumberbanger Desa Opo-opo dan Dusun Krajan II Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan; Dusun Patemon, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan; serta Dusun Poreng Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar. Genangan air dengan arus cukup deras menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sebagian akses lingkungan lumpuh.
Di Kecamatan Krejengan, genangan air terjadi di kawasan permukiman yang berdekatan langsung dengan aliran sungai. Sementara di Dusun Patemon, Kelurahan Sidomukti, ketinggian air dilaporkan bervariasi antara setinggi betis hingga paha orang dewasa. Sejumlah warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang berharga, sementara aparat setempat bersiaga untuk evakuasi jika kondisi memburuk.
Merespons cepat kejadian tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta unsur Forkopimka turun langsung ke lokasi terdampak. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, melakukan asesmen penyebab banjir, serta menyiapkan langkah penanganan darurat.
“Saya bersama tim dari OPD, khususnya BPBD, mengecek langsung kondisi di lapangan. Dari hasil pemantauan, terdapat beberapa titik yang menjadi penyebab terjadinya banjir, termasuk pendangkalan sungai dan penyempitan alur air,” ujar Ugas Irwanto di sela-sela peninjauan.
Ugas menegaskan pentingnya menjaga fungsi sungai sebagai saluran utama pengendali banjir. Menurutnya, bahu sungai harus memiliki ruang yang cukup dan bebas dari bangunan maupun hambatan lain yang berpotensi mengganggu aliran air, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi.
“Beberapa titik sungai mengalami pendangkalan dan akan segera kami tindak lanjuti melalui normalisasi. Untuk penanganan darurat, warga terdampak sementara belum bisa memasak, sehingga kami siapkan bantuan nasi bungkus. Mulai besok pagi, dapur umum akan diterjunkan untuk melayani kebutuhan warga,” tegasnya.
Pemkab Probolinggo menyatakan komitmennya menjadikan setiap kejadian bencana sebagai bahan evaluasi, khususnya dalam upaya mitigasi banjir yang kerap berulang setiap musim hujan. Hingga Kamis (22/1/2026), tim gabungan BPBD, OPD terkait, dan Forkopimka masih melakukan pemantauan intensif, pendataan dampak, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








