Sari Matoa di Desa Karangsono Pasuruan Kebanjiran Order Jelang Ramadhan, Ribuan Kardus Siap Distribusi

Selasa, 20 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wiji Astuti menata ribuan kardus sari matoa siap distribusi menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wiji Astuti menata ribuan kardus sari matoa siap distribusi menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, industri rumahan sari matoa di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mencatat lonjakan pesanan signifikan. Ribuan kardus minuman lokal siap dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai pelengkap hidangan Hari Raya Idul Fitri.

Sejak 2016, Wiji Astuti, warga Desa Karangsono, mengembangkan usaha sari matoa. Produksi minuman ini berbasis buah matoa asli Papua yang kini tumbuh subur di Sukorejo. Setiap tahunnya menjelang Ramadhan, permintaan meningkat tajam. Selasa (20/1/2026), Wiji tampak sibuk menata ribuan kardus sari matoa yang dikemas dalam botol dan gelas.

“Alhamdulillah, saat ini kami sedang menyelesaikan order lima ribu kardus kecil,” kata Wiji, pemilik usaha. Setiap kardus berisi sari matoa kemasan gelas seharga Rp 25 ribu. Semua pesanan berasal dari Pasuruan, sebagian besar untuk pabrik dan masyarakat lokal yang membutuhkan stok minuman saat Lebaran.

Produksi sari matoa dimulai dari pemilihan buah matoa segar, yang kemudian dicuci bersih sebelum diolah. Proses ekstraksi sari buah dilakukan dengan tekanan dan suhu tertentu untuk menjaga kesegaran dan kandungan nutrisi. Setelah itu, sari dicampur dengan buah tambahan seperti leci, rambutan, dan kelengkeng untuk menciptakan rasa unik dan segar.

Kemasan dilakukan secara higienis, baik dalam botol maupun gelas, lalu dipastikan tersimpan di lemari pendingin agar kualitas rasa tetap terjaga hingga sampai ke konsumen. “Kalau disimpan di lemari pendingin, rasanya segar sekali. Bagi yang ingin mencicipi, silakan datang langsung,”tegas Wiji.

Selain sebagai minuman pelengkap Lebaran, sari matoa menjadi simbol potensi ekonomi desa. Wiji menegaskan, usaha ini membuka peluang kerja bagi warga setempat, sekaligus memanfaatkan buah matoa yang tumbuh di Sukorejo. “Dengan produksi berkelanjutan, kami tidak hanya memenuhi permintaan masyarakat, tetapi juga mendorong kebangkitan ekonomi lokal,” ujarnya.

Industri rumahan ini membuktikan bahwa produk lokal dapat bersaing dengan minuman komersial, sekaligus memperkenalkan buah matoa yang unik ke masyarakat luas.

Permintaan yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi pengembangan usaha sari matoa. “Kami berkomitmen menjaga kualitas dan kontinuitas produksi agar minuman sari matoa selalu tersedia, terutama menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,”tutup Wiji.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru