PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1). Peresmian ini menandai penguatan layanan rehabilitasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sekaligus menjawab kendala lama berupa lokasi fasilitas yang rawan banjir.
Khofifah hadir didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim. Gedung baru RSBL Pasuruan menggantikan fasilitas lama yang kerap terdampak banjir, sehingga menghambat kontinuitas pelayanan dan pemulihan penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa keberadaan RSBL merupakan bentuk kehadiran negara dalam memanusiakan manusia, khususnya ODGJ di wilayah timur Jawa Timur. Ia menilai layanan rehabilitasi tidak hanya membutuhkan infrastruktur layak, tetapi juga komitmen moral dan ketulusan para petugas.
“UPT RSBL ini adalah wujud perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Upaya nyata kita memuliakan manusia. Insya Allah, jika kita memuliakan yang ada di bumi, kita akan dimuliakan yang ada di langit,” ujar Khofifah.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan seluruh petugas RSBL. Menurutnya, penanganan ODGJ bukan pekerjaan ringan dan tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi teknis.
“Pekerjaan ini menuntut kesabaran dan keikhlasan. Kalau kerjanya luar biasa tetapi tidak diikuti keikhlasan, kita justru merugi. Bukan sekadar mendisiplinkan, tetapi memastikan penerima manfaat menjadi sehat dan terus sehat,” tegasnya.
Usai peresmian, Khofifah menyapa langsung para penerima manfaat dan meninjau sejumlah fasilitas, mulai asrama, ruang makan, lapangan, hingga ruang keterampilan. Ia juga melakukan penanaman pohon mangga sebagai simbol keberlanjutan dan komitmen perawatan jangka panjang.
“Apa yang kita tanam, menjadi tugas kita untuk merawat. Kedisiplinan merawat pohon ini mencerminkan cara kita merawat para penerima manfaat,” katanya.
Gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada 2024 dengan anggaran Rp30,8 miliar di atas lahan 3 hektare. Fasilitas ini menampung 305 penerima manfaat, terdiri atas 216 laki-laki dan 89 perempuan, dengan kategori berat 141 orang dan ringan 164 orang.
Sementara UPT RSBL Kediri dibangun pada 2025 dengan anggaran Rp22,27 miliar di lahan 2,7 hektare. RSBL Kediri melayani 300 penerima manfaat, termasuk 58 orang kategori ringan yang telah siap dipulangkan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan peningkatan kualitas rehabilitasi sosial yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








