PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kualitas permukiman warga sekaligus menurunkan kawasan kumuh secara berkelanjutan.
Peresmian kawasan tersebut ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati oleh Gubernur Khofifah, didampingi Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori. Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung sejumlah fasilitas yang telah dibangun di kawasan Bendomungal.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Seluruh proses pembangunan, kata dia, diawali dari pengajuan pemerintah daerah, dilanjutkan dengan koordinasi dan rapat bersama antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemprov Jawa Timur.
“Alhamdulillah hari ini kami resmikan di Bangil. Ini adalah hasil kerja bersama antara Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Intervensinya bukan hanya fisik, tetapi menyeluruh agar permukiman menjadi sehat dan layak,” ujar Khofifah.
Untuk penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Bendomungal, Pemprov Jawa Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), sarana air bersih, septic tank komunal, perbaikan drainase, serta penataan ruang terbuka hijau (RTH).
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi taman bermain anak, gazebo, food court, dan fasilitas pendukung lainnya. Menurut Khofifah, pendekatan terpadu tersebut bertujuan memastikan peningkatan kualitas hidup warga, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga aspek kesehatan dan sosial.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jawa Timur. Ia menilai pembangunan kawasan terpadu Bendomungal menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mengubah wajah lingkungan yang sebelumnya kumuh menjadi bersih dan tertata.
“Kami berterima kasih karena usulan daerah langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Perubahan lingkungan ini sangat dirasakan masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Shobih menyebut kawasan Bendomungal kini memiliki nilai tambah sebagai pendukung Bangil sebagai kawasan wisata religi dan wisata keluarga. “Mengimbau masyarakat untuk turut menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan,”tandasnya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin








