Gubernur Khofifah Resmikan PERMATA JATIM di Bendomungal Pasuruan, Dorong Permukiman Sehat dan Wisata Religi Berkelanjutan

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Program PERMATA JATIM di Kelurahan Bendomungal, Bangil, Pasuruan, Rabu (21/1). (Foto Dok Humas Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Program PERMATA JATIM di Kelurahan Bendomungal, Bangil, Pasuruan, Rabu (21/1). (Foto Dok Humas Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sekaligus meninjau hasil pelaksanaan Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (PERMATA JATIM) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1). Program ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas hunian warga sekaligus memperkuat fungsi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Peresmian PERMATA JATIM di Bendomungal menandai selesainya intervensi terpadu penanganan kawasan kumuh yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kawasan yang sebelumnya masuk kategori kumuh ringan kini ditata agar lebih layak huni, sehat, aman, dan memiliki nilai tambah ekonomi, khususnya sebagai kawasan penyangga wisata religi.

“Pada hari ini kita meresmikan hasil pelaksanaan Program PERMATA JATIM di Kelurahan Bendomungal sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Dibutuhkan pendekatan yang komprehensif, terstruktur, dan terintegrasi dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Program PERMATA JATIM, lanjut Khofifah, merupakan implementasi langsung dari amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang menegaskan bahwa penanganan permukiman kumuh menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 25 Tahun 2024 tentang Penataan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh. Regulasi ini menjadi landasan hukum yang kuat agar penanganan kawasan kumuh berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Peraturan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan permukiman yang layak, sehat, dan manusiawi, sekaligus memastikan keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat,” tegas Khofifah.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, total luas kawasan permukiman kumuh di Jawa Timur mencapai 8.117,23 hektare. Di Kabupaten Pasuruan sendiri, luas kawasan kumuh tercatat 440,44 hektare, sementara di Kelurahan Bendomungal seluas 11,82 hektare dengan status kumuh ringan.

Untuk penanganan kawasan tersebut, Pemprov Jawa Timur mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi sebesar Rp9.092.086.310 yang digunakan untuk penanganan kumuh skala terpadu dan terintegrasi. Intervensi yang dilakukan meliputi pembangunan jalan paving dan drainase, normalisasi sungai, penataan kawasan makam Habib Abdullah bin Ali Al Haddad, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta pembangunan septictank komunal.

“Penataan kawasan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dasar, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan berkelanjutan,” jelas Khofifah.

Penanganan kawasan kumuh di Bendomungal juga diarahkan untuk mendukung potensi lokal sebagai kawasan wisata religi. Keberadaan makam Habib Abdullah bin Ali Al Haddad yang selama ini menjadi tujuan ziarah masyarakat mendapat perhatian khusus melalui penataan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman.

Lingkungan yang lebih representatif diharapkan meningkatkan kenyamanan para peziarah, menjaga kekhidmatan aktivitas keagamaan, serta memperkuat fungsi sosial dan religius yang telah mengakar di tengah masyarakat Bendomungal.

Selain itu, penataan kawasan melalui Program PERMATA JATIM turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Lingkungan yang aman dan tertata menjadi modal penting bagi berkembangnya aktivitas usaha masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar kawasan, baik yang bergerak di sektor perdagangan, jasa, maupun pendukung wisata religi.

“Dengan kondisi kawasan permukiman yang layak huni dan tertata, manfaat sosial, budaya, dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” tutur Khofifah.

Khofifah juga mengajak seluruh warga Kelurahan Bendomungal untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan dengan penuh tanggung jawab dan rasa memiliki. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan keberlanjutan fungsi kawasan.

“Permukiman yang sudah bersih dan sehat harus dijaga dengan diimbangi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Pasuruan ini akan optimal jika masyarakat ikut merawatnya,” ujarnya.

Ia berharap Bendomungal dapat menjadi contoh penanganan kawasan permukiman kumuh terpadu di Jawa Timur sekaligus inspirasi bagi wilayah lain.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori menyampaikan bahwa penanganan kawasan kumuh merupakan pekerjaan kompleks karena mencakup persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan. Karena itu, pendekatan terpadu dan kolaboratif menjadi kunci keberhasilannya.

Kelurahan Bendomungal, kata Shobih, diusulkan sebagai lokus program permukiman kumuh terpadu dengan pendekatan tematik religi dan wisata keluarga. Hasilnya kini mulai terlihat dengan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan dilengkapi fasilitas pendukung yang memberi kenyamanan bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah dan Pemprov Jawa Timur atas dukungan dan kolaborasi aktif sehingga Program PERMATA JATIM di kawasan ini dapat terwujud. Mari kita rawat bersama agar terus berkembang sebagai ruang hidup sosial, ekonomi, dan religi bagi masyarakat Bendomungal,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru