Pemangkasan Dana Desa untuk KDMP, Senator Lia Istifhama Fasilitasi Aspirasi Kepala Desa

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyerap aspirasi kepala desa se-Jawa Timur soal realokasi Dana Desa untuk KDMP. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyerap aspirasi kepala desa se-Jawa Timur soal realokasi Dana Desa untuk KDMP. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemangkasan Dana Desa (DD) yang dialihkan untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu keresahan di tingkat desa. Aspirasi tersebut disampaikan sejumlah kepala desa di Jawa Timur kepada Anggota DPD RI, Lia Istifhama, karena dinilai mengganggu keberlanjutan pembangunan berbasis musyawarah warga.

Lia Istifhama mengungkapkan, keluhan datang dari kepala desa lintas kabupaten/kota dengan substansi yang relatif sama. Realokasi Dana Desa membuat sejumlah program prioritas desa terpaksa dihentikan, meski sebagian telah masuk tahap pelaksanaan.

“Para kepala desa menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan yang sudah disepakati melalui musyawarah desa tidak bisa dilanjutkan karena anggaran tiba-tiba berkurang signifikan,” kata Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, dalam keterangan kepada media, Selasa (20/1/2026).

Menurut Lia, Dana Desa selama ini menjadi tulang punggung pembangunan desa, mulai dari infrastruktur dasar hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemotongan anggaran tanpa skema transisi yang jelas dinilai berisiko melemahkan kemandirian desa.

Selain pemangkasan, desa juga dibebani berbagai program mandatori dari pemerintah pusat, seperti percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta layanan kesehatan berbasis posyandu. Kondisi ini membuat ruang fiskal desa semakin terbatas.

“Desa seolah hanya menjadi pelaksana program pusat, sementara kebutuhan riil masyarakat setempat tidak seluruhnya terakomodasi. Ini yang menjadi kegelisahan para kepala desa,” ujar Lia.

Ia menilai, pengalihan Dana Desa untuk KDMP perlu dievaluasi agar tetap sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menekankan penguatan otonomi dan pembangunan dari bawah.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Lia memastikan akan membawa persoalan ini ke forum resmi DPD RI serta berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Desa dan Kementerian Keuangan.

“Saya akan memperjuangkan agar kebijakan nasional berpijak pada realitas desa. Hak desa atas alokasi anggaran harus tetap terlindungi,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru