Bupati Kendal Imbau Desa Kelola Sampah dengan Dana Desa, Begini Respons Kades

Sabtu, 16 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.idBupati Kendal mengimbau seluruh pemerintah desa di wilayahnya agar mulai mengelola sampah secara mandiri. Salah satu caranya dengan menyisihkan Dana Desa untuk membangun bank sampah.

Imbauan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Suyoto. Ia menilai langkah itu tepat untuk menekan volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono.

“Desa jangan cuma memungut iuran sampah lalu membuang semuanya ke TPA. Harus ada pemilahan dan pengolahan di tingkat desa. Yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan saja yang dibuang ke TPA,” kata Suyoto, Sabtu (16/8/2025).

Menurutnya, dari total 266 desa di Kabupaten Kendal, memang tidak semua bisa langsung mandiri mengelola sampah. Namun, jika separuh desa saja sudah bergerak, beban TPA bisa berkurang signifikan.

“Kita tidak mungkin menghilangkan sampah 100 persen. Tapi paling tidak bisa mengurangi. Kalau dari desa sudah kelola, masalah overload di TPA bisa ditekan,” tegasnya.

Meski Pemkab Kendal selama ini telah mencari berbagai solusi, Suyoto menekankan pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. Jika sampah dipilah sejak dari rumah, volume yang masuk ke TPA akan jauh berkurang.

“Karena itu Pemkab meminta desa-desa menyisihkan sebagian Dana Desa untuk membangun bank sampah,” ujarnya.

Konsepnya, kata Suyoto, sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang masih bernilai bisa dijual kembali.

Dengan sistem ini, hanya residu atau sampah yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan yang akan dibuang ke TPA.

“Kalau semua desa punya bank sampah, masalah overload di TPA bisa kita atasi bersama,” ucapnya.

Meski begitu, Suyoto berharap instruksi Bupati benar-benar dijalankan, bukan hanya sekadar wacana. Ia optimistis, dengan kolaborasi antara Pemkab, pemerintah desa, dan masyarakat, masalah sampah di Kendal bisa teratasi.

“Kalau kita bergerak bersama, bank sampah di desa bukan hal yang mustahil. Yang penting niatnya ada dan pengelolaan dilakukan dengan serius,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru