Tak Perlu Antre Lagi, RSUD Mataram Luncurkan Chatbot AI yang Siaga 24 Jam

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran Sapa RS, layanan informasi berbasis AI di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peluncuran Sapa RS, layanan informasi berbasis AI di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Kebutuhan informasi yang cepat dan akurat masih menjadi tantangan di banyak rumah sakit. Di RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, tingginya jumlah pertanyaan pasien dan keluarga bahkan kerap memicu antrean di pusat informasi, terutama pada jam pelayanan yang padat.

Untuk menjawab persoalan tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan meluncurkan Sapa RS, layanan informasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai informasi rumah sakit secara mandiri selama 24 jam.

Kehadiran Sapa RS menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah dikembangkan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram. Inovasi ini dirancang untuk mempermudah pasien dan keluarga memperoleh informasi penting tanpa harus datang langsung atau menunggu petugas pusat informasi.

Selama ini, petugas informasi rumah sakit setiap hari melayani berbagai pertanyaan yang bersifat berulang. Mulai dari prosedur pendaftaran pasien, jadwal praktik dokter spesialis, lokasi poliklinik, layanan BPJS Kesehatan hingga ketersediaan ruang rawat inap.

Volume pertanyaan yang tinggi tidak hanya menyebabkan antrean di loket informasi dan call center, tetapi juga menyita waktu petugas yang harus menjawab informasi serupa secara berulang.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah strategis rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Transformasi digital merupakan salah satu langkah strategis yang kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Melalui Sapa RS, masyarakat dapat memperoleh informasi rumah sakit dengan lebih mudah tanpa harus datang atau mengantre di pusat informasi. Kami ingin menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan pasien,” ujarnya.

Sapa RS dikembangkan dalam bentuk chatbot interaktif yang dapat menjawab berbagai pertanyaan pengguna secara otomatis. Masyarakat cukup memindai barcode atau mengakses platform yang telah disediakan rumah sakit, kemudian mengetikkan pertanyaan yang dibutuhkan.

Dalam hitungan detik, sistem akan memberikan jawaban berdasarkan data dan informasi yang tersedia. Kehadiran layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses informasi kapan saja selama terhubung dengan internet.

Salah satu keunggulan yang diandalkan adalah integrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Integrasi tersebut memungkinkan informasi yang diterima pengguna selalu diperbarui secara real time sehingga tingkat akurasi informasi dapat terus terjaga.

Dengan dukungan teknologi AI, pasien maupun keluarga tidak lagi harus mencari informasi secara manual atau menunggu petugas tersedia untuk mendapatkan jawaban terkait layanan rumah sakit.

Di sisi lain, penerapan chatbot juga berdampak pada efisiensi operasional rumah sakit. Kepala Bagian Program, Humas dan Rekam Medik RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Erlina Candradewi, SH., ME., menyebut sistem tersebut membantu mempercepat distribusi informasi kepada masyarakat.

“Implementasi Sapa RS merupakan layanan informasi berbasis AI yang memberikan dampak sangat positif terhadap efisiensi operasional dan kualitas pelayanan. Dari sisi manajemen, sistem ini membantu mempercepat penyampaian informasi kepada pasien dan keluarga, mengurangi beban kerja petugas informasi, serta meminimalkan antrean pertanyaan di loket maupun call center,” jelasnya.

Menurut Erlina, manfaat yang dirasakan tidak hanya berkaitan dengan kecepatan layanan informasi. Petugas yang sebelumnya banyak menangani pertanyaan rutin kini memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan pendampingan kepada pasien yang membutuhkan perhatian khusus.

Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan kualitas interaksi antara petugas dengan pasien karena fokus pelayanan dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih spesifik.

Lebih jauh, data yang dihasilkan dari penggunaan Sapa RS juga menjadi sumber informasi penting bagi manajemen rumah sakit. Setiap interaksi pengguna dapat dianalisis untuk melihat kebutuhan informasi masyarakat, pola pertanyaan yang paling sering muncul, hingga aspek pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Pemanfaatan data tersebut diharapkan membantu rumah sakit menyusun strategi peningkatan layanan yang lebih tepat sasaran sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data.

Bagi RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, penggunaan kecerdasan buatan bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Inovasi ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menegaskan bahwa teknologi harus mampu menghadirkan manfaat nyata tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan yang diterima pasien.

“Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Teknologi harus mampu menghadirkan kemudahan dan mempercepat pelayanan tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Sapa RS menjadi salah satu langkah rumah sakit untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan mudah diakses.

“Sapa RS menjadi salah satu langkah kami dalam mewujudkan rumah sakit yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan
Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan
Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan
Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur
Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien
Polsek Tikung Pantau Panen Biji Kangkung, Dorong Warga Lamongan Perkuat Ketahanan Pangan
Di Hadapan Ribuan Jamaah Suko, Bupati Subandi Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan
Pasuruan Woman’s Run 2026 di Taman Dayu, Pelari 12 Tahun Tuntaskan 5K dalam 18 Menit 13 Detik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:49

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan

Selasa, 15 September 2026 - 16:04

Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:32

Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan

Senin, 14 September 2026 - 13:45

Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur

Senin, 14 September 2026 - 13:38

Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien

Berita Terbaru