Talenta Digital Nasional Dimulai dari Sekolah, Khofifah Tegaskan Peran Guru

Selasa, 20 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah memimpin sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional di Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah memimpin sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional di Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Jawa Timur menegaskan ambisinya menjadi episentrum talenta digital nasional melalui penguatan pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan transformasi digital. Langkah strategis ini ditandai dengan penyelenggaraan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional, yang diikuti 2.600 tenaga pendidik secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Selasa (20/1).

Kegiatan ini menghadirkan 190 peserta secara luring dan 2.410 peserta daring dari satuan pendidikan se-Jatim. Sosialisasi bertujuan memperkuat kapasitas pendidik sebagai motor pengembangan talenta digital sejak jenjang pendidikan dasar hingga dunia kerja.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut provinsinya memiliki modal strategis untuk mendukung agenda nasional dalam pengembangan talenta digital. Faktor jumlah penduduk yang besar, keragaman institusi pendidikan, dan dukungan ekosistem industri kreatif menjadi keunggulan utama.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional,” tegas Khofifah di hadapan peserta.

Ia menambahkan, transformasi digital menuntut pendidikan dipandang bukan lagi sebagai sektor pendukung, melainkan instrumen utama pembangunan bangsa. Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kualitas manusia yang menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, sekaligus berkarakter kebangsaan, menjadi penentu daya saing negara.

Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi menjadi arsitektur kebijakan jangka panjang untuk membangun ekosistem digital yang inklusif. Program ini menghubungkan pendidikan, industri, dan kebutuhan masa depan secara sinergis.

“Program ini menjawab tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan ekonomi berbasis pengetahuan. Tujuannya membekali generasi muda agar kompetitif di dunia digital, melalui penguatan kapasitas pendidik sebagai aktor kunci transformasi pendidikan,” kata Khofifah.

Melalui program ini, pelajar diharapkan siap menghadapi dunia kerja yang menuntut keterampilan digital, adaptabilitas, serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Pendidikan diarahkan pada pembelajaran mendalam (deep learning), mengasah kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital.

“Pendidikan harus berdampak nyata. Dari pendidikan yang berdampak inilah kita menyiapkan talenta digital unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,” imbuh Khofifah.

Keberhasilan program sangat bergantung pada peran pendidik, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan sebagai arsitek masa depan. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, industri, dan ekosistem inovasi lokal untuk menciptakan kebijakan responsif terhadap kebutuhan talenta.

“Melalui sosialisasi ini, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pengelolaan talenta digital sebagai gerakan bersama. Jawa Timur berkomitmen melahirkan generasi unggul, berdaya saing, dan berkarakter Pancasila,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan sosialisasi ini merupakan pertama kali diadakan di Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan talenta digital masa depan.

“Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang kerja bagi peserta didik Jawa Timur akan semakin terbuka luas sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujar Aries.

Ia menekankan bahwa kemampuan pendidik di bidang digitalisasi harus terus diasah agar program ini efektif mencetak generasi yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.

“Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional menegaskan peran strategis Jawa Timur dalam pengembangan sumber daya manusia digital. Keberhasilan program ini akan menentukan kemampuan provinsi menjadi lumbung talenta digital nasional, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di era teknologi dan industri 4.0,”tutup Aries.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dua SD di Pasuruan Direvitalisasi, Sekolah Lestari Tak Hanya Benahi Fasilitas
Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:28

Dua SD di Pasuruan Direvitalisasi, Sekolah Lestari Tak Hanya Benahi Fasilitas

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Berita Terbaru