Tangani Kenakalan Remaja di Lamongan, Penyuluh Agama dan Kapolsek Kembangbahu Sepakat Untuk Bergerak Bersama

Rabu, 11 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Kembangbahu IPTU Pras bersama Kepala KUA Kembangbahu Drs. H. Kono, M.Ag dan para Penyuluh Agama Islam saat audiensi membahas sinergi pencegahan kenakalan remaja di Mapolsek Kembangbahu, Lamongan. | Dok Ho/RadarBangsa

Kapolsek Kembangbahu IPTU Pras bersama Kepala KUA Kembangbahu Drs. H. Kono, M.Ag dan para Penyuluh Agama Islam saat audiensi membahas sinergi pencegahan kenakalan remaja di Mapolsek Kembangbahu, Lamongan. | Dok Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Dalam upaya menekan angka kenakalan remaja di wilayah Kecamatan Kembangbahu, sinergi antara unsur keagamaan dan aparat kepolisian terus diperkuat. Bertempat di Mapolsek Kembangbahu, Selasa (11/6/2025), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kembangbahu, Drs. H. Kono, M.Ag, bersama jajaran Penyuluh Agama Islam dan Kapolsek Kembangbahu IPTU Pras, menjalin kerja sama strategis berbasis pendekatan edukatif dan preventif kepada masyarakat.

Kepala KUA Kembangbahu, Drs. H. Kono, M.Ag menegaskan bahwa fenomena kenakalan remaja saat ini telah memasuki fase yang cukup memprihatinkan. Banyak anak usia sekolah yang mulai terlibat dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga perilaku yang menjurus pada pelanggaran hukum.

“Kenakalan remaja bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi menjadi urusan semua pihak, termasuk lembaga keagamaan dan aparat penegak hukum,” ujarnya usai pertemuan koordinasi.

Ia menilai, pendekatan berbasis nilai-nilai keagamaan dapat menjadi benteng yang kuat dalam menjaga moralitas generasi muda.

“Melalui kegiatan penyuluhan agama, kami ingin menyentuh hati para remaja agar mereka kembali kepada nilai-nilai moral dan spiritual yang benar,” tambahnya.

Kono berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini dapat terus digalakkan secara berkelanjutan, dan menjadi solusi konkret dalam membina karakter generasi muda yang positif dan bertanggung jawab.

“Kami berharap, upaya bersama ini menjadi solusi strategis dalam membina generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab secara sosial,” harapnya.

Sementara itu, Azizah Suryani, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kembangbahu, juga menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual, khususnya kepada remaja yang rentan terhadap pengaruh negatif.

“Kami kerap terjun langsung ke sekolah-sekolah dan komunitas remaja untuk memberikan pembinaan spiritual dan nilai-nilai etika,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan zaman menuntut para penyuluh untuk terus menyesuaikan diri dengan pendekatan yang lebih humanis dan relevan dengan dunia remaja.

“Penyuluh agama tidak bisa lagi hanya berdiri di mimbar masjid. Kita harus turun langsung ke lapangan, berdialog, dan mendengar keluh kesah para remaja,” tambah Azizah.

Ia juga menegaskan bahwa penyuluh agama harus mampu menjadi jembatan antara ajaran keagamaan dengan realitas sosial yang tengah dihadapi para generasi muda.

“Peran kami adalah menjembatani nilai agama dengan dinamika kehidupan remaja agar mereka tetap memiliki pegangan moral di tengah arus perubahan,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Kembangbahu IPTU Pras menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, penanganan kenakalan remaja tidak bisa hanya dilakukan dengan pendekatan hukum semata, namun juga memerlukan upaya edukatif dan pembinaan mental.

“Kami tidak ingin hanya melakukan tindakan hukum. Pencegahan jauh lebih penting, dan di sinilah kami butuh dukungan dari para penyuluh agama,” ujarnya.

IPTU Pras juga menyinggung beberapa kasus yang pernah ditangani oleh pihaknya, seperti balap liar, tawuran antar pelajar, hingga penyalahgunaan gawai dan media sosial yang berujung pada tindak pidana.

“Banyak remaja yang terjerumus karena minimnya bimbingan moral dari lingkungan terdekat,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian siap mendukung penuh kegiatan penyuluhan agama yang menyasar kalangan remaja dan pelajar.

“Kami siap mendampingi setiap kegiatan penyuluhan agama, khususnya yang menyasar para pelajar dan remaja,” tegas IPTU Pras.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor sebagai bagian dari ikhtiar membina generasi muda yang lebih baik.

“Ketika agama dan hukum bersatu, kami yakin bisa melahirkan generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru