Terima Penghargaan dari Kapolres Sampang, Kisah Eko Purwanto 4 Tahun Mendampingi Warga Syiah

Selasa, 17 November 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bripka Eko Purwanto SH menerima Piagam Penghargaan dari Kapolres Sampang saat Apel di Mapolres selasa 17/11. [Foto ; Her]

Bripka Eko Purwanto SH menerima Piagam Penghargaan dari Kapolres Sampang saat Apel di Mapolres selasa 17/11. [Foto ; Her]

SAMPANG, RadarBangsa.co.id – Bripka Eko Purwanto SH merupakan salah satu Anggota Polres Sampang Madura Jawa Timur yang mendapat Piagam Penghargaan dari Kapolres setempat

Piagam Penghargaan yang diterima selasa 17/11 saat Apel di Mapolres Sampang itu atas perannya selama bertugas menjadi Liaison Officer (LO) Pengamanan konflik Sunni – Syiah, sebagai Pendamping warga Syiah di Rumah Susun (Rusun) Puspa Agro Jemundo Sidoarjo

Usai menerima Penghargaan, Polisi muda yang tampak cerdas ini mengaku 4 tahun bertugas mendampingi warga Syiah korban konflik sosial

Dikisahkan oleh suami dari Dian Krissila SN asal Gresik, Ia masuk Dinas Penempatan di Sampang 1 januari 2008

Kemudian pada tahun 2016 meminta ijin kepada Kapolres saat itu di jabat oleh AKBP Tofik Sukendar sedangkan Kasat Intelkam masih di jabat oleh AKP Agus Sutanto untuk ditugaskan mendampingi warga Syiah
“Selain merasa tertantang, saya terdorong untuk mendampingi warga Syiah karena faktor kemanusiaan,” ujarnýa

Ia sadar dengan keterbatasan fasilitas yang dialaminya selama menjalankan tugas karena wila yah tugas diluar Sampang, sehingga biaya operasionalpun harus dikeluarkan dari kocek sendiri

Tahun pertama bertugas mendapati sikap yang acuh dan antipati dari Ustadz Tajul Mul al Ali Murtadho bersama pèngikutnya karena dianggap bagian dari Pemerintah yang selama ini dinilai tidak berpihak

Lambat laun penilaian itu terkikis karena kesabaran, ketelatenan dan pendekatan yang komunikatif hingga akhirnya bisa diterima dan menjadi lebih àkrab

Pada tahun kedua selain intens berdiskusi dengan Ustadz Tajul Muluk dengan saling menghargai satu sama lainnya, juga ikut memikirkan nasib para warga Syiah yang bertahan di Rusun Puspa Agro Jemundo

Diungkapkan oleh warga di salah satu Perumahan yang ada di Sampang ini, banyak hal yang sudah dilakukan terhadap nasib pengikut Ustadz Tajul Muluk

Seperti upaya mendapat fasilitas BPJS, PKH, menjembatanì dengan Kemenag Jatim serta Kemenag RI, melobi KSP melalui Siti Azisah putri dari Makruf Amin, menjembatani dengan Dispendukcapi untuk mendapat kemudahan akses memperoleh KTP hingga membantu program sertifikat massal (PTSL)

Atas perhatian dari berbagai pihak itulah menumbuhkan keparcayaan bagi Ustadz Tajul bersama pengikut serta menganggap Negara telah hadir dan memikirkan hak dasar warganya

Menurutnya Ustadz Tajul dan pengikutnya semakin termotivasi setelah Bupati serta Kapolres Sampang memberikan atensi, demikian juga Kemenag Jatim maupun Sampang, para Ulama khususnya dari kalangan NU, Ansor Sampang beseŕta Ormas lainnya

Bahkan semakin menguatkan tekat Ustadz Tajul bersama pengikutnya untuk menjauhi komunitas dari ajaran yang pernah diyakininya

Hingga akhirnya pada bulan pebruari 2020 tercetus keinginan untuk kembali ke Aswaja

Suka yang di alami oleh Eko Benjeng nama yang terkenal di kalangan medsos, selama bertugas mendampingi warga Syiah yakni bisa menikmati pekerjaan yang sesungguhnya sebagai pelayan, pengayom dan pelindung bagi masyarakat

Sedangkan dukanya adalah selain penuh tantangan juga seringkali mendapat cibiran dari rekan kerja

Pasalnya selama menjalani tugas dianggap jarang masuk kerja termasuk pemberian laporan kepada Pimpinan, padahal tugas yang diemban tidak harus diketahui banyak orang termasuk juga dalam pelaporan yang hanya menjadi konsumsi Pimpinan

Sebelum mengakhiri kisahnya Ia mengambil sebuah kesimpulan bahwa untuk menangani penyelesaian konflik sosial diperlukan langkah kehadiran Negara

Seperti kasus di Sampang ini salah satu faktornya adalah karena hadirnya Pemerintah dari setiap jenjang yang selalu bersinergi dengan tujuan yang sama

Ungkapannya ditutup dengan “Tidak ada luka yang tidak bisa disembuhkan, Tidak ada konflik yang tidak bisa diselesaikan”.

(Her)

Berita Terkait

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu Sekaligus, Ini Kriteria Penerimanya
Hadapi Era AI, Wamenaker Dorong Kampus dan Industri Perkuat Kompetensi Lulusan
Kemnaker Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Kebutuhan Industri
Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal
BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 18:28

BSU 2026 Cair Rp900 Ribu Sekaligus, Ini Kriteria Penerimanya

Sabtu, 7 November 2026 - 17:27

Kemnaker Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Kebutuhan Industri

Jumat, 6 November 2026 - 22:00

Cegah Abrasi, Jejak Bumi dan BP-GMN Tanam Mangrove di Pesisir Kendal

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Berita Terbaru