JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menuntut sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki karakter yang lebih adaptif. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut tiga karakter penting yang perlu diperkuat, yakni inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).
Ketiga karakter tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi. Transisi hijau dan perubahan demografi juga turut memengaruhi jenis pekerjaan, kebutuhan keterampilan, serta cara manusia menghadapi persoalan.
Karena itu, SDM Indonesia perlu membangun karakter yang memungkinkan mereka terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan.
Karakter pertama yang ditekankan Yassierli adalah inovasi. Ia menjelaskan, inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui penemuan besar. Keberanian mengambil inisiatif, mengidentifikasi persoalan, dan menghadirkan gagasan baru yang bermanfaat juga menjadi bagian penting dari inovasi.
“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” katanya.
Karakter kedua adalah kemampuan berpikir sistem atau system thinking. Kemampuan ini diperlukan agar seseorang mampu memahami persoalan secara menyeluruh, termasuk melihat hubungan antara satu aspek dengan aspek lainnya.
Dalam konteks ketenagakerjaan, perubahan industri dan investasi berkaitan erat dengan kebutuhan keterampilan. Sementara itu, perkembangan teknologi juga dapat memengaruhi jenis pekerjaan yang tersedia.
Yassierli mengingatkan agar SDM tidak terburu-buru menyederhanakan persoalan yang memiliki keterkaitan kompleks.
“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.
Karakter ketiga yang dinilai penting adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Menurut Yassierli, karakter ini tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, tanpa membatasi diri pada keahlian maupun latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.
Ia menilai seseorang perlu terbuka terhadap pengetahuan dan keterampilan baru karena potensi diri dapat terus berkembang seiring proses pembelajaran.
“Orang yang growth mindset adalah orang yang mengatakan, saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,” tutur Yassierli.
Ketiga karakter tersebut menjadi bekal bagi SDM Indonesia untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Inovasi mendorong keberanian menciptakan gagasan, system thinking membantu memahami kompleksitas persoalan, sedangkan growth mindset membuka ruang bagi pembelajaran berkelanjutan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar