Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menuntut sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki karakter yang lebih adaptif. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut tiga karakter penting yang perlu diperkuat, yakni inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).

Ketiga karakter tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi. Transisi hijau dan perubahan demografi juga turut memengaruhi jenis pekerjaan, kebutuhan keterampilan, serta cara manusia menghadapi persoalan.

Karena itu, SDM Indonesia perlu membangun karakter yang memungkinkan mereka terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Karakter pertama yang ditekankan Yassierli adalah inovasi. Ia menjelaskan, inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui penemuan besar. Keberanian mengambil inisiatif, mengidentifikasi persoalan, dan menghadirkan gagasan baru yang bermanfaat juga menjadi bagian penting dari inovasi.

“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” katanya.

Karakter kedua adalah kemampuan berpikir sistem atau system thinking. Kemampuan ini diperlukan agar seseorang mampu memahami persoalan secara menyeluruh, termasuk melihat hubungan antara satu aspek dengan aspek lainnya.

Dalam konteks ketenagakerjaan, perubahan industri dan investasi berkaitan erat dengan kebutuhan keterampilan. Sementara itu, perkembangan teknologi juga dapat memengaruhi jenis pekerjaan yang tersedia.

Yassierli mengingatkan agar SDM tidak terburu-buru menyederhanakan persoalan yang memiliki keterkaitan kompleks.

“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.

Karakter ketiga yang dinilai penting adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Menurut Yassierli, karakter ini tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, tanpa membatasi diri pada keahlian maupun latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.

Ia menilai seseorang perlu terbuka terhadap pengetahuan dan keterampilan baru karena potensi diri dapat terus berkembang seiring proses pembelajaran.

“Orang yang growth mindset adalah orang yang mengatakan, saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,” tutur Yassierli.

Ketiga karakter tersebut menjadi bekal bagi SDM Indonesia untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Inovasi mendorong keberanian menciptakan gagasan, system thinking membantu memahami kompleksitas persoalan, sedangkan growth mindset membuka ruang bagi pembelajaran berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru