Ibu Jadi Madrasah Pertama Anak, Ainun Amalia Ungkap Kunci Keluarga Tangguh

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan jamaah mengikuti Pengajian Malam Ahad Pahing bersama TP PKK Kabupaten Sidoarjo dan DWP Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (7/11/2026). (Foto Ho/RadarBangsa.co.id).

Ribuan jamaah mengikuti Pengajian Malam Ahad Pahing bersama TP PKK Kabupaten Sidoarjo dan DWP Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (7/11/2026). (Foto Ho/RadarBangsa.co.id).

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui kecukupan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi keimanan dan akhlak yang kuat. Dalam hal ini, perempuan, khususnya seorang ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi sejak lingkungan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, dalam Pengajian Malam Ahad Pahing di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Sabtu (7/11/2026).

Mengusung tema “Perempuan Berakhlak, Keluarga Tangguh”, kegiatan yang menghadirkan KH. Ali Masycan Moesa tersebut diikuti ribuan jamaah. Peserta berasal dari TP PKK tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, serta jajaran perangkat daerah Pemkab Sidoarjo.

Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Sriatun Subandi bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Ainun menekankan bahwa perempuan yang memiliki akhlak mulia dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga. Peran ibu tidak sebatas mengasuh anak, tetapi juga membangun karakter melalui nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Perempuan yang berakhlak adalah cahaya bagi keluarganya, ibu yang penuh kasih adalah kekuatan bagi anak-anaknya. Keluarga yang dilandasi iman serta akhlak mulia akan menjadi keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tuturnya.

Menurut Ainun, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi seorang anak. Di dalam rumah, anak mulai mengenal kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, kasih sayang, hingga nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat. Orang tua perlu menghadirkan contoh nyata melalui perilaku dan sikap sehari-hari.

Cara ibu berbicara, menyelesaikan persoalan, bersikap kepada orang lain, serta memperlakukan anggota keluarga menjadi bagian dari proses pembelajaran anak.

“Dalam keluarga, seorang ibu memiliki peran yang sangat strategis. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keimanan,” ujarnya.

Ainun juga mengingatkan bahwa tantangan membangun keluarga saat ini semakin beragam. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, persoalan ekonomi, hingga pola pengasuhan anak membutuhkan perhatian dan kesiapan orang tua.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, akhlak menjadi bekal penting untuk menjaga keharmonisan keluarga. Nilai akhlak tidak hanya tercermin melalui tutur kata yang santun, tetapi juga kesabaran, keikhlasan, kepedulian, kemampuan menjaga kehormatan diri, serta keteladanan.

Pengajian Malam Ahad Pahing tersebut menjadi salah satu ruang penguatan pemahaman keagamaan sekaligus pengingat pentingnya kontribusi perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pesan tentang pendidikan akhlak dan keteladanan ibu kembali ditekankan sebagai bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan tangguh menghadapi perubahan zaman.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pulau Lusi Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Sidoarjo, Ini Rencana Subandi
Khofifah Raih Penghargaan Internasional, Dedikasikan untuk Perempuan dan Relawan Sosial
Banyuwangi Jadi Inspirasi Lebak, Begini Strategi Branding Daerahnya
Banyuwangi Terbaik Nasional, Ini Terobosan Digital Pemerintahannya
Hadapi Ancaman Banjir, 140 Personel Gabungan Disiagakan di Probolinggo
50 Peserta di Kanigaran Disiapkan Jadi Perpanjangan Tangan Gempur Rokok Ilegal
Dilatih Perajin Senior Yogyakarta, 30 Warga Bangkalan Belajar Anyaman Pandan dan Tali Agel
Razia Dua Kafe di Pasuruan, Wali Kota Adi Wibowo Soroti Izin De Paravan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:28

Ibu Jadi Madrasah Pertama Anak, Ainun Amalia Ungkap Kunci Keluarga Tangguh

Sabtu, 7 November 2026 - 20:21

Pulau Lusi Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Sidoarjo, Ini Rencana Subandi

Sabtu, 7 November 2026 - 18:06

Khofifah Raih Penghargaan Internasional, Dedikasikan untuk Perempuan dan Relawan Sosial

Sabtu, 7 November 2026 - 17:16

Banyuwangi Jadi Inspirasi Lebak, Begini Strategi Branding Daerahnya

Sabtu, 7 November 2026 - 17:08

Banyuwangi Terbaik Nasional, Ini Terobosan Digital Pemerintahannya

Berita Terbaru