BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 30 warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan kerajinan anyaman pandan dan tali agel. Melalui pelatihan yang berlangsung empat hari, 6-9 November 2026, peserta ditargetkan mampu menghasilkan sedikitnya satu produk kerajinan setiap hari.
Program yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) tersebut mengutamakan praktik langsung. Harapannya, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengalaman pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif berbasis potensi lokal.
Pembukaan kegiatan pada Jumat (6/11/2026) dilakukan Kepala Bidang Industri Non Agro Disperinaker Bangkalan, Huzaimah, yang mewakili Kepala Disperinaker. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa setempat.
Huzaimah mengatakan, pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat yang berpotensi mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM).
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan kepada masyarakat agar mampu mengolah bahan baku pandan dan tali agel menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, sehingga keterampilan yang diperoleh nantinya bisa dikembangkan menjadi peluang usaha produktif,” ungkap Huzaimah.
Untuk memperkuat kemampuan peserta, Disperinaker menghadirkan dua perajin senior dari Yogyakarta sebagai narasumber. Keduanya sebelumnya juga memberikan pendampingan dalam pelatihan kerajinan anyaman bambu di Desa Tanah Merah Laok.
Para narasumber memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis mengenai teknik mengolah pandan dan tali agel menjadi berbagai produk kerajinan. Seluruh peserta juga mendapatkan bahan baku dan perlengkapan agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara langsung.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, mengingatkan agar hasil pelatihan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari kemampuan peserta selama mengikuti pelatihan. Keterampilan tersebut perlu terus diasah agar dapat menjadi modal membangun industri rumahan.
“Pelatihan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh para peserta. Kami berharap Disperinaker dapat terus memfasilitasi dan mendampingi mereka dalam mengembangkan keterampilan yang diperoleh, sehingga tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Skill yang dimiliki harus terus diasah dan bisa menjadi bekal untuk membangun industri rumahan yang produktif serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Lutfiana.
Dukungan juga disampaikan Kepala Desa Klebung. Ia menyambut positif pelatihan yang melibatkan 30 warganya tersebut karena memberikan kesempatan memperoleh keterampilan baru sekaligus membuka peluang usaha.
“Kami sangat mendukung kegiatan pelatihan ini karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipraktikkan selama pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan menjadi usaha yang menghasilkan dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujarnya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota melalui subkegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pemberdayaan Industri dan Peran Serta Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Pemkab Bangkalan berharap pengolahan pandan dan tali agel dapat berkembang menjadi salah satu potensi industri kerajinan masyarakat. Pengembangan keterampilan tersebut diharapkan memperkuat sektor IKM sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Kegiatan dijadwalkan berakhir pada Senin (9/11/2026), dengan agenda penyampaian hasil praktik dan produk kerajinan yang dihasilkan peserta selama pelatihan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar