Banyuwangi Jadi Inspirasi Lebak, Begini Strategi Branding Daerahnya

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah berdiskusi bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono terkait strategi city branding berbasis potensi lokal saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (6/11/2026). (Dok Foto Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah berdiskusi bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono terkait strategi city branding berbasis potensi lokal saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (6/11/2026). (Dok Foto Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Strategi Kabupaten Banyuwangi membangun identitas daerah melalui penguatan potensi lokal menarik perhatian pemerintah daerah lain. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, datang langsung untuk mempelajari pendekatan city branding yang dikembangkan Banyuwangi.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah bersama rombongan diterima Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Lounge Pelayanan Publik, kompleks Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (6/11/2026).

Amir mengatakan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil membangun citra daerah melalui penguatan identitas dan potensi lokal. Karena itu, pihaknya ingin menggali langsung strategi yang diterapkan untuk memperkenalkan daerah kepada masyarakat luas.

“Banyuwangi adalah salah satu daerah yang sukses membangun daerahnya lewat branding yang tepat. Kami ke sini untuk belajar langsung strategi membangun dan menguatkan identitas daerah berbasis potensi lokal tersebut,” kata Amir.

Ketertarikan tersebut berawal dari sebuah forum yang membahas branding daerah. Dalam forum itu, Banyuwangi menjadi salah satu contoh keberhasilan membangun identitas dan citra daerah melalui pengembangan potensi yang dimiliki.

“Kami sangat terkesan. Maka kami putuskan harus belajar ke sini,” ungkapnya.

Menurut Amir, Lebak memiliki sejumlah kesamaan karakter dengan Banyuwangi. Kedua daerah sama-sama mempunyai kekayaan identitas budaya yang kuat. Banyuwangi dikenal dengan masyarakat Osing, sedangkan Lebak memiliki masyarakat adat Baduy.

Dari sisi geografis, keduanya juga berada di kawasan ujung Pulau Jawa. Lebak terletak di bagian barat, sementara Banyuwangi berada di ujung timur.

Kesamaan tersebut diharapkan memudahkan Lebak dalam mempelajari dan mengadaptasi strategi pengembangan identitas daerah.

“Dengan kesamaan karakteristik ini, harapannya kami semakin mudah mengaplikasikan apa yang kami dapatkan dari Banyuwangi. Sehingga Lebak bisa semakin dikenal hingga kancah Internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menjelaskan, pembangunan city branding di daerahnya bertumpu pada kekuatan dan karakter lokal. Kekayaan alam, budaya, tradisi, hingga kreativitas masyarakat menjadi elemen yang saling terhubung dalam membentuk identitas Banyuwangi.

Namun, menurut Mujiono, keberhasilan branding suatu daerah tidak berarti seluruh pendekatannya dapat diterapkan begitu saja di wilayah lain.

“Tentu tidak semua bisa diterapkan di daerah lain. Silakan Lebak merumuskan pendekatan branding yang sesuai dengan karakteristik dan keunggulan daerah,” kata Mujiono.

Selama berada di Banyuwangi pada 5–7 November 2026, rombongan Wakil Bupati Lebak tidak hanya mempelajari strategi city branding. Mereka juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata, melihat infrastruktur, serta mempelajari ekosistem yang mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Lebak untuk menggali pengalaman Banyuwangi dalam mengoptimalkan potensi daerah sebagai identitas sekaligus daya tarik bagi masyarakat luas.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ibu Jadi Madrasah Pertama Anak, Ainun Amalia Ungkap Kunci Keluarga Tangguh
Pulau Lusi Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Sidoarjo, Ini Rencana Subandi
Khofifah Raih Penghargaan Internasional, Dedikasikan untuk Perempuan dan Relawan Sosial
Banyuwangi Terbaik Nasional, Ini Terobosan Digital Pemerintahannya
Hadapi Ancaman Banjir, 140 Personel Gabungan Disiagakan di Probolinggo
50 Peserta di Kanigaran Disiapkan Jadi Perpanjangan Tangan Gempur Rokok Ilegal
Dilatih Perajin Senior Yogyakarta, 30 Warga Bangkalan Belajar Anyaman Pandan dan Tali Agel
Razia Dua Kafe di Pasuruan, Wali Kota Adi Wibowo Soroti Izin De Paravan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:28

Ibu Jadi Madrasah Pertama Anak, Ainun Amalia Ungkap Kunci Keluarga Tangguh

Sabtu, 7 November 2026 - 20:21

Pulau Lusi Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru Sidoarjo, Ini Rencana Subandi

Sabtu, 7 November 2026 - 18:06

Khofifah Raih Penghargaan Internasional, Dedikasikan untuk Perempuan dan Relawan Sosial

Sabtu, 7 November 2026 - 17:16

Banyuwangi Jadi Inspirasi Lebak, Begini Strategi Branding Daerahnya

Sabtu, 7 November 2026 - 17:08

Banyuwangi Terbaik Nasional, Ini Terobosan Digital Pemerintahannya

Berita Terbaru