BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Strategi Kabupaten Banyuwangi membangun identitas daerah melalui penguatan potensi lokal menarik perhatian pemerintah daerah lain. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, datang langsung untuk mempelajari pendekatan city branding yang dikembangkan Banyuwangi.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah bersama rombongan diterima Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Lounge Pelayanan Publik, kompleks Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (6/11/2026).
Amir mengatakan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil membangun citra daerah melalui penguatan identitas dan potensi lokal. Karena itu, pihaknya ingin menggali langsung strategi yang diterapkan untuk memperkenalkan daerah kepada masyarakat luas.
“Banyuwangi adalah salah satu daerah yang sukses membangun daerahnya lewat branding yang tepat. Kami ke sini untuk belajar langsung strategi membangun dan menguatkan identitas daerah berbasis potensi lokal tersebut,” kata Amir.
Ketertarikan tersebut berawal dari sebuah forum yang membahas branding daerah. Dalam forum itu, Banyuwangi menjadi salah satu contoh keberhasilan membangun identitas dan citra daerah melalui pengembangan potensi yang dimiliki.
“Kami sangat terkesan. Maka kami putuskan harus belajar ke sini,” ungkapnya.
Menurut Amir, Lebak memiliki sejumlah kesamaan karakter dengan Banyuwangi. Kedua daerah sama-sama mempunyai kekayaan identitas budaya yang kuat. Banyuwangi dikenal dengan masyarakat Osing, sedangkan Lebak memiliki masyarakat adat Baduy.
Dari sisi geografis, keduanya juga berada di kawasan ujung Pulau Jawa. Lebak terletak di bagian barat, sementara Banyuwangi berada di ujung timur.
Kesamaan tersebut diharapkan memudahkan Lebak dalam mempelajari dan mengadaptasi strategi pengembangan identitas daerah.
“Dengan kesamaan karakteristik ini, harapannya kami semakin mudah mengaplikasikan apa yang kami dapatkan dari Banyuwangi. Sehingga Lebak bisa semakin dikenal hingga kancah Internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menjelaskan, pembangunan city branding di daerahnya bertumpu pada kekuatan dan karakter lokal. Kekayaan alam, budaya, tradisi, hingga kreativitas masyarakat menjadi elemen yang saling terhubung dalam membentuk identitas Banyuwangi.
Namun, menurut Mujiono, keberhasilan branding suatu daerah tidak berarti seluruh pendekatannya dapat diterapkan begitu saja di wilayah lain.
“Tentu tidak semua bisa diterapkan di daerah lain. Silakan Lebak merumuskan pendekatan branding yang sesuai dengan karakteristik dan keunggulan daerah,” kata Mujiono.
Selama berada di Banyuwangi pada 5–7 November 2026, rombongan Wakil Bupati Lebak tidak hanya mempelajari strategi city branding. Mereka juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata, melihat infrastruktur, serta mempelajari ekosistem yang mendukung pengembangan pariwisata Banyuwangi.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Lebak untuk menggali pengalaman Banyuwangi dalam mengoptimalkan potensi daerah sebagai identitas sekaligus daya tarik bagi masyarakat luas.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar