SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. Hj. Lia Istifhama, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami konstitusi dan tidak bersikap apatis terhadap politik serta ketatanegaraan.
Ajakan tersebut disampaikan Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, dalam kegiatan Sarasehan Kebangsaan bertema “Mengenal MPR RI: Memahami Peran, Fungsi dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat” di Kantor DPD/MPR RI Perwakilan Jawa Timur, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ning Lia menjelaskan bahwa MPR RI memiliki kedudukan strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Lembaga ini tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan negara, tetapi juga menjadi ruang kebangsaan untuk merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menegaskan, salah satu peran penting MPR adalah sebagai pengawal konstitusi, yakni memastikan penyelenggaraan negara berjalan sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“MPR RI adalah rumah kebangsaan. Di sinilah seluruh aspirasi, perbedaan, dan keberagaman bangsa dipertemukan dalam bingkai persatuan dan konstitusi,” ujar Ning Lia.
Selain sebagai pengawal konstitusi, MPR juga memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan rakyat. Karena itu, setiap keputusan dan kebijakan negara harus berorientasi pada kepentingan rakyat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ning Lia, pemahaman masyarakat terhadap konstitusi tidak boleh berhenti pada pengetahuan mengenai lembaga negara. Lebih dari itu, kesadaran konstitusional perlu diwujudkan melalui sikap kritis, kepedulian, dan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kalau masyarakat paham konstitusi, maka masyarakat akan lebih kritis, lebih peduli, dan lebih cinta kepada bangsanya. Inilah esensi dari Sarasehan Kebangsaan,” jelasnya.
Melalui sarasehan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga konstitusi sebagai bagian dari upaya merawat masa depan Indonesia.
Ning Lia juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memperkuat kehidupan demokrasi di Indonesia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin
Sumber Berita: https://Motim


















Komentar