BANDAR LAMPUNG, RadarBangsa.co.id — DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Lampung menuntaskan pelatihan PIC (Person in Charge) bagi perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu (30/9/2026) hingga Jumat (2/10/2026), digelar di Granny’s Nest Boutique Hotel & Cafe, Sukarame, Bandar Lampung.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi dengan fokus pada penguatan administrasi, peningkatan akurasi data keanggotaan, serta optimalisasi penggunaan aplikasi SIAP HANURA.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura melalui Tim Task Force. Masing-masing DPC mengirimkan satu perwakilan yang dipersiapkan menjalankan fungsi PIC di tingkat cabang.
Pelatihan diselenggarakan DPD Hanura Lampung dan dibuka sekaligus ditutup oleh Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Lampung, AKBP (Purn.) Nazaruddin.
Turut hadir Sekretaris DPD Hanura Lampung Ade Sanjaya, S.A.B., M.M., Bendahara DPD Iman Agus Kartawinata, S.H., serta jajaran Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Agung Prihantoro, S.Kom., M.M.
Pembinaan dan pendampingan teknis diberikan langsung oleh utusan DPP Partai Hanura, Budi dan Mario, yang mendampingi peserta selama rangkaian kegiatan.
Dalam arahannya, Nazaruddin mengapresiasi peserta yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari.
“Alhamdulillah, selama tiga hari pelatihan ini seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh semangat. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk belajar dan memahami tugas sebagai PIC,” ujar Nazaruddin.
Menurut Nazaruddin, PIC memiliki posisi strategis dalam memastikan tertibnya administrasi dan pengelolaan data organisasi di tingkat cabang.
Ia meminta peserta segera menerapkan materi yang diperoleh setelah kembali ke DPC masing-masing.
“Bawa pulang, terapkan di masing-masing DPC, dan terus lakukan koordinasi dengan DPD. Kita ingin seluruh jajaran Hanura di 15 kabupaten/kota semakin kuat, kompak, dan mampu bekerja dengan baik,” tegasnya.
Materi pelatihan mencakup tugas dan tanggung jawab PIC, terutama penginputan, pemutakhiran, serta pengelolaan data keanggotaan melalui aplikasi SIAP HANURA.
Pendampingan dari utusan DPP diarahkan untuk membantu peserta memahami mekanisme kerja dan penggunaan aplikasi sesuai ketentuan organisasi.
Selain aspek teknis, pelatihan juga menjadi ruang penyamaan persepsi antara jajaran pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Keseragaman pola kerja diarahkan untuk mengurangi kesalahan administrasi serta menjaga ketelitian dan konsistensi data.
Nazaruddin juga menekankan pentingnya komunikasi antara DPD dan DPC ketika menghadapi persoalan teknis maupun administratif.
“Jangan berhenti belajar dan jangan ragu berkoordinasi apabila ada kendala. Mari kita bekerja bersama, saling mendukung dan menjaga komunikasi. Kalau DPD dan DPC solid, insyaallah organisasi akan semakin kuat,” pungkasnya.
Pengelolaan data yang akurat disebut menjadi bagian dari kebutuhan administrasi, komunikasi internal, dan konsolidasi organisasi. Karena itu, setiap PIC diharapkan dapat menjadi penghubung antara DPC dan DPD dalam proses pemutakhiran data serta penanganan kendala.
Nazaruddin menegaskan hasil pelatihan perlu diterapkan setelah para peserta kembali ke daerah masing-masing.
“Setelah kembali ke daerah masing-masing, saya berharap semangat ini tetap dijaga. Jalankan amanah dengan disiplin dan tanggung jawab. Kita ingin hasil pelatihan ini benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi,” tuturnya.
Dengan berakhirnya pelatihan, 15 PIC DPC diharapkan menjalankan fungsi masing-masing secara lebih terarah serta memperkuat koordinasi antara DPD dan DPC di Provinsi Lampung.
Penulis : Roli
Editor : Zainul Arifin


















Komentar