SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Upaya mengatasi persoalan sampah plastik di Kabupaten Sidoarjo mendapat dorongan dari kalangan pelajar. Tiga delegasi Jambore Generasi Hijau 2026 memperkenalkan program penukaran sampah plastik dengan bibit tanaman sebagai langkah mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan.
Program tersebut dipresentasikan di hadapan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana di Sidoarjo, Kamis (25/6/2026). Ketiga pelajar yang akan mewakili Kabupaten Sidoarjo pada Jambore Generasi Hijau 2026 itu adalah Mochammad Raffa Satria dari SMAN 1 Gedangan, Levia dari SMAN 1 Sidoarjo, dan Mochammad Aditya Pratama dari SMA Senopati Sedati.
Dalam pemaparannya, mereka menyoroti ancaman sampah plastik yang berpotensi berubah menjadi mikroplastik dan mencemari lingkungan. Melalui program yang disiapkan, masyarakat diajak tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mulai memilah dan mengelolanya secara lebih bertanggung jawab.
Gerakan tersebut mengusung konsep sederhana. Warga dapat menukarkan sampah plastik yang telah dikumpulkan dengan bibit tanaman yang nantinya bisa ditanam di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Levia menjelaskan, program itu dirancang untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat. Selain mengurangi timbunan sampah plastik, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperluas ruang hijau melalui penanaman bibit yang dibagikan kepada peserta.
“Masalah lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Kami ingin mengajak masyarakat memahami cara mengelola sampah dengan benar. Karena itu kami membuat program tukar sampah plastik dengan bibit tanaman,” ujarnya.
Program itu ditargetkan menjangkau sedikitnya 250 peserta dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Edukasi akan dilakukan secara langsung dan melalui media digital agar pesan yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Kampanye lingkungan juga akan menyasar sekolah, kawasan permukiman hingga ruang publik seperti kegiatan Car Free Day. Para delegasi berencana menjalankan edukasi secara berkelanjutan selama tiga bulan setelah mengikuti Jambore Generasi Hijau 2026.
“Kami ingin membuka wawasan masyarakat dan mengajak mereka ikut bergerak menjaga lingkungan. Edukasi akan kami lakukan mulai dari sekolah, lingkungan tempat tinggal hingga ruang publik,” kata Levia.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi inisiatif yang dibawa para pelajar tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan daerah.
Ia menilai program penukaran sampah plastik dengan bibit tanaman memiliki manfaat ganda. Selain mendorong masyarakat lebih aktif mengelola sampah, gerakan itu juga dapat memperkuat upaya penghijauan di lingkungan sekitar.
“Setelah mendapatkan pelatihan, ilmunya harus bisa langsung diterapkan di Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan mendukung dan mensupport program-program yang berdampak positif bagi lingkungan,” ujar Mimik.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Anak-anak muda harus menjadi pelopor perubahan. Saya berharap gerakan ini dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk ikut menjaga lingkungan dan menciptakan masa depan Sidoarjo yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar