UMKM Pasuruan Diminta Tinggalkan Cara Lama, Gus Shobih Dorong Masuk Marketplace

Selasa, 1 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Shobih Asrori saat menghadiri UMKM Award 2026 di Bangil, Selasa (1/9/2026). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gus Shobih Asrori saat menghadiri UMKM Award 2026 di Bangil, Selasa (1/9/2026). (Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meninggalkan pola penjualan konvensional dan mulai masuk ke marketplace serta ekosistem digital.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, saat menghadiri UMKM Award Kabupaten Pasuruan 2026 di Gedung PCC Bang Kodir, Bangil, Selasa (1/9/2026).

Ajang tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong pelaku UMKM agar lebih melek digital dan mampu memperluas akses pasar.

Gus Shobih menilai transformasi digital penting agar produk UMKM asal Pasuruan tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi memiliki peluang bersaing hingga tingkat nasional dan global.

“Kami ingin pasar UMKM Pasuruan semakin luas. Pedagang yang selama ini mengandalkan toko fisik harus mulai kita dorong dan dampingi untuk masuk ke marketplace dan ekosistem digital,” tegas Gus Shobih.

Menurutnya, masuk ke pasar digital juga harus diikuti peningkatan kualitas produk. Pasalnya, semakin luas pasar yang dijangkau, semakin tinggi pula tuntutan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Pelaku UMKM, kata dia, perlu terus beradaptasi melalui inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, hingga strategi pemasaran visual.

“Semakin terbuka pasarnya, konsumen akan semakin kritis. UMKM kita tidak boleh cepat puas. Harus terus berinovasi agar tidak tergilas kompetisi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, menyebut persoalan mutu produk dan keterbatasan penetrasi pasar masih menjadi tantangan bagi UMKM lokal.

“Pengembangan UMKM menghadapi tantangan besar, terutama pada akses pasar dan kualitas produk. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan program stimulus yang konkret agar mereka punya daya saing kuat,” ujar Taufiqul Ghoni.

Ia menegaskan, UMKM Award 2026 tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang sekaligus memperoleh apresiasi atas kerja keras mereka.

Pemkab Pasuruan juga telah menjalankan program Sekolah Lapang yang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB). Program tersebut diarahkan untuk membina sektor kerajinan dan produk unggulan lainnya.

Gus Shobih menambahkan, penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun ekonomi daerah yang lebih kokoh.

“Mari bersama-sama kita wujudkan UMKM Kabupaten Pasuruan yang naik kelas dan skala usahanya meningkat, demi menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah,” pungkas Gus Shobih.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Berita Terbaru