SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Universitas Islam Lamongan (Unisla) melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangka memperkuat sinergi transformasi kelembagaan menuju konsep Eco-Health University. Pertemuan tersebut berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu (1/4/2026), dan dihadiri sejumlah jajaran OPD Pemprov Jatim.
Dalam forum tersebut, Unisla memaparkan arah pengembangan kampus yang mengintegrasikan pendidikan, riset terapan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Konsep ini diharapkan menjadi model penguatan perguruan tinggi yang adaptif terhadap tantangan global.
Rektor Unisla, Abdul Ghofur, menjelaskan bahwa konsep Eco-Health University disusun sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat.
“Konsep Eco-Health University kami rancang sebagai integrasi antara keilmuan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan. Fokus kami adalah menghadirkan kampus yang memberi dampak langsung,” ujar Abdul Ghofur.
Ia menambahkan, dalam implementasinya Unisla telah mengembangkan sejumlah inovasi, di antaranya manajemen komposting sampah, substitusi pupuk organik, serta pengembangan pakan ternak herbal. Program tersebut melibatkan kolaborasi lintas fakultas, khususnya Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) serta Fakultas Perikanan dan Peternakan.
“Seluruh inovasi ini kami dorong agar tidak berhenti di kampus, tetapi bisa diterapkan di masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pendekatan *eco-health* menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Pendekatan seperti yang dilakukan Unisla ini sangat relevan dengan arah pembangunan Jawa Timur yang menyeimbangkan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Inovasi berbasis riset seperti ini perlu diperkuat dan diperluas dampaknya,” kata Khofifah.
Khofifah juga menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan model pembangunan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan global.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama strategis, terutama dalam pengembangan riset terapan, inovasi lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan dan ekologi di Jawa Timur.
Lainnya:
- PAUD Lentera Lamongan: Anak Dikenalkan Pemimpin dan Layanan Publik Sejak Dini
- Hardiknas 2026, Khofifah Gaspol Sekolah Berintegritas, Sapu Rekor MURI
- Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








