Usai Kecelakaan Maut, Wabup Sidoarjo Sidak Kerusakan Jalan Lingkar Timur

Minggu, 8 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana meninjau perbaikan Jalan Lingkar Timur di Sidoarjo, Minggu (8/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana meninjau perbaikan Jalan Lingkar Timur di Sidoarjo, Minggu (8/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat menangani kerusakan Jalan Lingkar Timur yang belakangan menjadi sorotan publik. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, turun langsung meninjau proses perbaikan jalan rusak dan berlubang di jalur tersebut, Minggu (8/3/2026).

Inspeksi mendadak itu dilakukan setelah terjadinya kecelakaan maut beberapa hari sebelumnya di ruas Jalan Lingkar Timur. Pemerintah daerah memastikan perbaikan sementara segera dilakukan guna menekan risiko kecelakaan di jalur strategis tersebut.

Tanpa agenda seremonial, Mimik menyusuri sejumlah titik kerusakan yang tersebar di sepanjang jalur Lingkar Timur. Ia memastikan perbaikan darurat berupa tambal sulam aspal telah dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo.

“Perbaikan jalan ini langsung kami kerjakan setelah laporan kerusakan dan kecelakaan muncul. Targetnya paling cepat satu minggu selesai, atau sebelum Lebaran tambal sulamnya harus rampung agar tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Mimik saat meninjau lokasi.

Di beberapa titik kerusakan paling parah, alat berat terlihat dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan. Lubang-lubang pada badan jalan ditutup menggunakan material hotmix guna meratakan permukaan jalan yang sebelumnya bergelombang.

Menurut Mimik, langkah cepat ini penting dilakukan karena Jalan Lingkar Timur merupakan jalur vital yang dilalui kendaraan logistik dan kendaraan berat menuju kawasan industri di Kabupaten Sidoarjo.

“Ini jalur utama aktivitas industri dan distribusi barang. Kalau dibiarkan rusak, risikonya besar bagi keselamatan pengendara maupun kelancaran distribusi logistik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara untuk mengurangi potensi kecelakaan. Pemerintah daerah telah menyiapkan rencana peningkatan permanen melalui program betonisasi jalan secara bertahap.

Pemkab Sidoarjo sebelumnya telah menyelesaikan betonisasi tahap pertama sepanjang sekitar 1,8 kilometer dengan anggaran sekitar Rp37 miliar. Program tersebut menjadi bagian dari rencana peningkatan kualitas Jalan Lingkar Timur secara menyeluruh.

“Insyaallah tahap kedua bisa direalisasikan pada 2026 sepanjang empat kilometer dari kawasan Prasung sampai Mall Pelayanan Publik Sidoarjo dengan anggaran sekitar Rp84 miliar,” jelasnya.

Pembangunan selanjutnya akan dilanjutkan pada tahap ketiga hingga traffic light Candi yang direncanakan pada 2027. Selain peningkatan struktur jalan, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan sistem drainase di sepanjang ruas tersebut.

“Kita juga siapkan pembangunan drainase karena selama ini hampir tidak ada saluran air. Kalau hujan deras, air menggenang dan itu mempercepat kerusakan jalan,” tegas Mimik.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas PU BMSDA Sidoarjo, Joko, menjelaskan perbaikan sementara saat ini dilakukan di sepanjang sekitar delapan kilometer ruas Jalan Lingkar Timur.

“Perbaikan meliputi penutupan lubang menggunakan material hotmix, perataan permukaan jalan bergelombang, serta penambalan retakan di badan jalan,” ujarnya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, petugas juga memasang rambu lalu lintas dan melakukan pengaturan jalur karena di beberapa titik kendaraan hanya dapat melintas satu lajur.

“Kami juga menempatkan rambu peringatan dan pengaturan lalu lintas sementara agar pengendara tetap aman selama proses perbaikan berlangsung,” tambah Joko.

Perbaikan Jalan Lingkar Timur menjadi perhatian serius setelah kecelakaan maut terjadi pada Jumat dini hari (6/3/2026). Korban bernama Kasiadi (63), warga Singosari, Kabupaten Malang, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke lubang jalan di kawasan Desa Gebang.

Korban kemudian terlindas truk yang melintas dari arah berlawanan. Peristiwa tersebut memicu keluhan masyarakat sekaligus mendesak pemerintah daerah untuk segera memperbaiki kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Perbaikan sementara ini diharapkan bisa menekan risiko kecelakaan sambil menunggu pembangunan permanen melalui betonisasi lanjutan,” pungkas Mimik.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru