WBP Lapas Lobar Kuasai Menjahit, Progres Diapresiasi

Senin, 24 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan menjahit WBP Lapas Lombok Barat menunjukkan progres keterampilan mereka. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta pelatihan menjahit WBP Lapas Lombok Barat menunjukkan progres keterampilan mereka. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LOMBOK BARAT, RadarBangsa.co.id – Program pelatihan menjahit di Lapas Kelas IIA Lombok Barat menunjukkan perkembangan pesat hingga Senin (24/11/2025). Kegiatan yang dirancang untuk memperkuat keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ini dinilai semakin efektif dalam mempersiapkan peserta menghadapi proses reintegrasi sosial setelah masa pembinaan selesai.

Kalapas Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan bahwa progres tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kedisiplinan peserta, metode bertahap, dan pendampingan instruktur. “Yang kami lihat bukan hanya kemampuan teknis, tetapi perubahan sikap. Banyak WBP yang awalnya ragu kini mulai percaya diri. Mereka bilang baru menyadari bahwa mereka punya kemampuan yang bisa digunakan untuk masa depan,” ujarnya.

Menurut Fadli, keterampilan menjahit memiliki nilai ekonomi yang langsung bisa dimanfaatkan ketika WBP kembali ke masyarakat. “Jika mereka serius, peluang kerja sangat terbuka. Ada bengkel jahit, usaha konveksi, sampai peluang membuka usaha sendiri. Kami ingin mereka pulang membawa bekal nyata,” tambahnya.

Instruktur dari SMKN 4 Mataram menambahkan bahwa peserta kini semakin berani mengeksplorasi model yang lebih kompleks. “Mereka minta tantangan baru, dari pakaian anak sampai variasi desain. Ini menunjukkan tumbuhnya minat dan rasa memiliki terhadap proses pelatihan,” jelasnya.

Lapas Lombok Barat juga menargetkan pelatihan ini berkembang menjadi unit produktif yang dapat memasarkan karya WBP. Produk yang dihasilkan nantinya tidak hanya memenuhi fungsi pelatihan, tetapi juga memberi pengalaman ekonomi yang konkret bagi peserta.

Program ini sekaligus menjadi penopang produksi Batik Tulis Gembok, produk unggulan Lapas Lombok Barat. Dengan meningkatnya kemampuan menjahit, WBP dapat terlibat dalam pembuatan busana berbahan batik, pengemasan, hingga penyusunan prototype desain. Sinergi ini diharapkan memperkuat kualitas output pembinaan serta menegaskan bahwa pembinaan di Lapas tak hanya berorientasi pada disiplin, tetapi juga pemberdayaan.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru