PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Ribuan warga Kabupaten Pasuruan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji 2026. Total sebanyak 1.634 jamaah diberangkatkan secara bertahap dalam 10 kloter, sebagai bagian dari skema pelayanan yang dirancang untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Keberangkatan perdana dimulai Rabu (22/4/2026), dengan pembagian jadwal yang ketat. Kloter 3 hingga 7 dilepas di hari pertama, disusul kloter berikutnya hingga 1 Mei mendatang. Skema ini bukan tanpa alasan—pengaturan dilakukan untuk menyesuaikan kuota penerbangan sekaligus meminimalkan risiko penumpukan di titik keberangkatan.
Dari data Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pasuruan, jamaah tersebar dalam kloter 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, hingga kloter 37. Pada hari pertama saja, ratusan jamaah diberangkatkan dalam beberapa gelombang waktu, mulai pagi hingga malam.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pelayanan publik agar proses keberangkatan lebih tertib, aman, dan nyaman. Pemerintah daerah bersama Kementerian terkait memastikan seluruh dokumen jamaah telah lengkap sebelum keberangkatan.
Plt Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pasuruan, Akhmad Marzuqi, menegaskan bahwa pengaturan jadwal dilakukan secara cermat. Selain mempertimbangkan kesiapan jamaah, juga untuk menyesuaikan sistem transportasi nasional yang sudah ditetapkan.
“Keberangkatan jemaah terbagi dalam beberapa jadwal, termasuk kelompok yang berangkat sejak subuh. Semua dipastikan berjalan sesuai rencana hingga kloter terakhir 1 Mei,” ujarnya.
Tak hanya soal teknis keberangkatan, perhatian juga difokuskan pada aspek perlindungan jamaah. Pemerintah daerah menyiagakan pendamping khusus bagi jamaah lansia dan berisiko tinggi.
Sedikitnya terdapat 70 jamaah kategori rentan yang mendapatkan pengawasan ekstra. Pendampingan dilakukan oleh keluarga, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), hingga Petugas Haji Daerah (PHD).
“Pendampingan ini penting agar kebutuhan jamaah tetap terpenuhi selama perjalanan hingga di Tanah Suci,” tambah Marzuqi.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, yang turut berangkat haji tahun ini, menegaskan komitmennya untuk membantu jamaah selama di Makkah. Ia menanggalkan atribut jabatan demi fokus pada pelayanan sesama jamaah.
“Di sana tidak ada stempel jabatan. Yang ada adalah niat membantu jamaah Pasuruan semaksimal mungkin,” tegasnya.
Keberangkatan haji tahun ini menjadi ujian nyata bagi kualitas layanan publik, khususnya dalam menjamin keamanan, kesehatan, dan kenyamanan ribuan warga. Pemerintah berharap, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar