2.693 Jamaah Haji Sidoarjo Berangkat 2026, Terbanyak di Jatim

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo, Elliana, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo, Elliana, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 2.693 jamaah haji asal Sidoarjo dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Jumlah ini menjadikan Sidoarjo sebagai daerah dengan jamaah terbanyak di Jawa Timur, sejajar dengan Jember.

Pemberangkatan dilakukan bertahap dalam 11 kelompok terbang (kloter). Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, telah rampung 100 persen, sehingga proses keberangkatan dipastikan berjalan sesuai jadwal.

Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo, Elliana, menegaskan kesiapan layanan menjadi fokus utama tahun ini. “Semua dokumen sudah selesai. Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji mulai pekan ini,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Dari sisi pelayanan publik, pemerintah menekankan aspek kesehatan sebagai syarat utama keberangkatan. Tercatat tiga jamaah harus menunda keberangkatan karena kondisi medis, mulai dari kecelakaan hingga penyakit menular.

“Kesehatan menjadi prioritas. Jamaah wajib memenuhi syarat istitha’ah agar ibadah berjalan aman,” tegas Elliana.

Profil jamaah tahun ini juga beragam, dari usia lanjut hingga remaja. Jamaah tertua berusia 90 tahun, sementara yang termuda 16 tahun yang berangkat melalui pelimpahan porsi keluarga.

Selain itu, kebijakan baru juga diterapkan pemerintah. Batas usia minimal pendaftaran kini 12 tahun dan keberangkatan 13 tahun. Sementara jamaah yang ingin berhaji kembali wajib menunggu 18 tahun, lebih lama dari aturan sebelumnya.

Di sisi lain, sistem layanan di Arab Saudi turut mengalami perubahan. Pemerintah Saudi menerapkan platform digital Nusuk Nasar untuk meningkatkan efisiensi layanan, termasuk katering dan transportasi selama puncak haji di Mina.

Penyesuaian kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas layanan jamaah, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Dengan sistem baru dan kesiapan yang matang, kami berharap jamaah bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Elliana.

Lainnya:

Berita Terkait

Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha
Negara Turun ke Laut, Ratifikasi ILO 188 Jadi Tameng Baru Buruh Perikanan dari Eksploitasi
Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:30 WIB

May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja

Senin, 4 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hari Buruh 2026 di Jember, BPJS Ketenagakerjaan Ingatkan Pentingnya Jaminan bagi Pekerja Rentan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:14 WIB

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:13 WIB

Tak Ada Demo Ricuh, May Day Jember 2026 Berubah Jadi Panggung Harmoni Buruh dan Pengusaha

Berita Terbaru