SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 2.693 jamaah haji asal Sidoarjo dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Jumlah ini menjadikan Sidoarjo sebagai daerah dengan jamaah terbanyak di Jawa Timur, sejajar dengan Jember.
Pemberangkatan dilakukan bertahap dalam 11 kelompok terbang (kloter). Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, telah rampung 100 persen, sehingga proses keberangkatan dipastikan berjalan sesuai jadwal.
Plt. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo, Elliana, menegaskan kesiapan layanan menjadi fokus utama tahun ini. “Semua dokumen sudah selesai. Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji mulai pekan ini,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dari sisi pelayanan publik, pemerintah menekankan aspek kesehatan sebagai syarat utama keberangkatan. Tercatat tiga jamaah harus menunda keberangkatan karena kondisi medis, mulai dari kecelakaan hingga penyakit menular.
“Kesehatan menjadi prioritas. Jamaah wajib memenuhi syarat istitha’ah agar ibadah berjalan aman,” tegas Elliana.
Profil jamaah tahun ini juga beragam, dari usia lanjut hingga remaja. Jamaah tertua berusia 90 tahun, sementara yang termuda 16 tahun yang berangkat melalui pelimpahan porsi keluarga.
Selain itu, kebijakan baru juga diterapkan pemerintah. Batas usia minimal pendaftaran kini 12 tahun dan keberangkatan 13 tahun. Sementara jamaah yang ingin berhaji kembali wajib menunggu 18 tahun, lebih lama dari aturan sebelumnya.
Di sisi lain, sistem layanan di Arab Saudi turut mengalami perubahan. Pemerintah Saudi menerapkan platform digital Nusuk Nasar untuk meningkatkan efisiensi layanan, termasuk katering dan transportasi selama puncak haji di Mina.
Penyesuaian kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas layanan jamaah, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Dengan sistem baru dan kesiapan yang matang, kami berharap jamaah bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Elliana.








