20 Tahun Lumpur Lapindo, Hak Warga Masih Menggantung, Pemkab Sidoarjo Turun Tangan

Rabu, 3 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi Pemkab Sidoarjo bersama PT Minarak Lapindo Jaya terkait penyelesaian hak warga terdampak Lumpur Lapindo, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Audiensi Pemkab Sidoarjo bersama PT Minarak Lapindo Jaya terkait penyelesaian hak warga terdampak Lumpur Lapindo, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Dua dekade setelah semburan lumpur Lapindo mengubah wajah Sidoarjo, sejumlah persoalan hak warga terdampak ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini kembali mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawal penyelesaian berbagai aspirasi masyarakat yang hingga kini belum tuntas.

Langkah itu ditegaskan langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi saat memimpin audiensi bersama PT Minarak Lapindo Jaya di Ruang Delta Wicaksana, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (3/6/2026). Fokus utamanya adalah memastikan proses penyelesaian hak-hak warga berjalan lebih terukur, transparan, dan memiliki kepastian.

Audiensi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Direktur PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo, Bappeda, unsur Forkopimda, serta pihak terkait lainnya.

Di hadapan para peserta audiensi, Subandi menegaskan bahwa Satgas yang kembali diaktifkan akan menjadi pusat koordinasi lintas instansi sekaligus wadah verifikasi data dan dokumen yang berkaitan dengan penyelesaian hak masyarakat terdampak.

“Pemkab Sidoarjo berkomitmen memastikan seluruh data yang disampaikan masyarakat maupun pihak terkait benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap persoalan yang masih menjadi aspirasi warga akan kami pelajari secara mendalam agar solusi yang diambil tepat dan sesuai ketentuan,” tegas Subandi.

Menurutnya, sejumlah berkas administrasi yang selama ini menjadi kendala penyelesaian akan dievaluasi kembali melalui mekanisme Satgas. Pemerintah daerah juga membuka peluang melibatkan tenaga ahli maupun instansi yang berkompeten agar proses verifikasi berjalan objektif dan akuntabel.

“Kami ingin seluruh proses berjalan terbuka dan memberikan kepastian hukum maupun kepastian hak bagi masyarakat,” tambahnya.

Bagi warga terdampak, keberadaan Satgas dinilai penting karena dapat menjadi saluran resmi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh kejelasan terkait proses penyelesaian yang masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan juga sepakat melakukan kajian menyeluruh terhadap setiap persoalan yang muncul agar tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Direktur PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Prasetyo Widodo menyambut positif langkah Pemkab Sidoarjo yang kembali membuka ruang koordinasi melalui Satgas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo karena Satgas kembali dibuka. Forum ini menjadi sarana yang baik bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memperoleh informasi yang jelas, sekaligus mencari solusi bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Wiwid tersebut juga memaparkan perkembangan penyelesaian kewajiban perusahaan terhadap bangunan warga terdampak.

Dari total 84 bangunan yang masih dalam tahap penyelesaian, sebanyak 35 bangunan disebut telah berhasil dituntaskan pembayarannya. Sementara sisanya masih memerlukan proses verifikasi dan koordinasi lanjutan.

“Alhamdulillah, pembayaran terhadap 35 bangunan sudah selesai dilakukan. Kami berharap penyelesaian terhadap bangunan yang masih tersisa dapat terus berjalan melalui koordinasi dan verifikasi bersama,” katanya.

Wiwid mengakui masih terdapat sejumlah dokumen administrasi yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Karena itu, pihaknya mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih menjadi aspirasi masyarakat.

Melalui pengaktifan kembali Satgas, Pemkab Sidoarjo, PT Minarak Lapindo Jaya, Forkopimda, dan seluruh pihak terkait berkomitmen memperkuat sinergi agar persoalan yang masih tersisa dapat menemukan jalan keluar. “Bagi warga yang telah menunggu selama hampir 20 tahun, langkah ini diharapkan menjadi momentum menghadirkan kepastian hukum dan rasa keadilan yang selama ini terus diperjuangkan, “pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru