247 Calon Haji Asahan Jalani Tes Fisik, Antisipasi Risiko di Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Calon jemaah haji Asahan mengikuti tes kebugaran di Pendopo Bupati, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Calon jemaah haji Asahan mengikuti tes kebugaran di Pendopo Bupati, Senin (20/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 247 calon jemaah haji asal Kabupaten Asahan menjalani pemeriksaan kebugaran jasmani sebagai syarat penting keberangkatan haji 2026. Tes ini digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Senin (20/4/2026), guna memastikan kesiapan fisik jemaah menghadapi kondisi ekstrem di Tanah Suci.

Pemeriksaan mencakup pengukuran tekanan darah, berat badan, pengisian formulir PAR-Q, konsultasi dokter, hingga uji kebugaran metode Rockport dengan jarak tempuh 1.600 meter. Tahapan ini menjadi indikator awal untuk mendeteksi risiko kesehatan yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah.

Langkah ini dinilai krusial karena ibadah haji menuntut kondisi fisik prima dengan durasi panjang dan aktivitas tinggi. Selain itu, suhu di Arab Saudi yang bisa mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius menjadi tantangan serius, terutama bagi jemaah dengan riwayat penyakit.

Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan, pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk perlindungan terhadap jemaah. “Kami ingin memastikan seluruh calon jemaah dalam kondisi sehat dan siap. Jangan dipaksakan jika kondisi tidak memungkinkan, karena keselamatan adalah prioritas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh sejak dini. “Perbanyak minum, jaga pola makan, dan rutin berolahraga. Ibadah haji itu menguras energi, jadi harus dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Asahan dr. Hari Sapna menjelaskan, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar rekomendasi kelayakan berangkat. “Jika ditemukan risiko kesehatan, akan kami tindaklanjuti dengan pembinaan atau penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Program ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan haji, karena mampu menekan angka jemaah sakit hingga risiko kematian selama pelaksanaan ibadah. Selain itu, kesiapan fisik yang baik juga membantu jemaah menjalankan rangkaian ibadah dengan optimal.

Pemerintah daerah berharap, melalui skrining kesehatan ini, seluruh jemaah dapat berangkat dalam kondisi prima dan kembali ke tanah air dengan selamat.

“Harapannya, semua jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan pulang dalam keadaan sehat,” pungkas Rianto.

Penulis : Dicky

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru