26 Sekolah di Kediri Direvitalisasi, Khofifah Dorong Ekosistem Pendidikan Bermutu

Selasa, 27 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 SMA/SMK/SLB di Kediri, Minggu (25/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 SMA/SMK/SLB di Kediri, Minggu (25/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

KEDIRI, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi 26 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten dan Kota Kediri, Minggu (25/1). Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat ekosistem pendidikan bermutu dan inklusif.

Peresmian mencakup sekolah menengah atas, kejuruan, hingga sekolah luar biasa yang tersebar di wilayah Kediri Raya. Di antaranya SMKN 2 Kediri, SMKN 3 Kediri, SMKN 1 Purwoasri, SMKN 1 Semen, SMKN 1 Pare, SMAN 1 Kota Kediri, SMAN 2 Kota Kediri, SMAN 5 Taruna Brawijaya, hingga SLB Negeri Kandat dan SLB Dharma Wanita Grogol. Selain sekolah negeri, revitalisasi juga menyasar sekolah swasta seperti SMKS Muhammadiyah Ngadiluwih, SMK Al Manshurin, SMA Bastren Darul Fatihin, dan SMAS Muhammadiyah 1 Pare.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sekolah tidak semata dipahami sebagai bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh nilai, karakter, dan cita-cita generasi muda Jawa Timur. Karena itu, perbaikan sarana pendidikan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Rehabilitasi dan revitalisasi sekolah bukan hanya memperbaiki gedung, tetapi bagian integral dari peningkatan kualitas proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Menurut dia, kebijakan ini mencerminkan komitmen Pemprov Jatim terhadap prinsip keadilan dan kemitraan dalam pendidikan. Sekolah swasta diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga seluruh siswa—di mana pun mereka bersekolah—berhak atas lingkungan belajar yang layak dan aman.

“Di manapun siswa bersekolah, hak mereka sama untuk mendapatkan lingkungan belajar yang bermutu. Revitalisasi sekolah negeri dan swasta harus dilihat sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, keberhasilan revitalisasi fisik akan sangat ditentukan oleh rasa memiliki seluruh insan pendidikan. Ia mengajak kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun untuk mendukung proses belajar mengajar.

“Di balik setiap ruang kelas yang diperbaiki, ada harapan orang tua, doa para guru, dan masa depan anak-anak Jawa Timur. Mari kita rawat bersama agar benar-benar memberi manfaat bagi guru dan murid,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pembaruan infrastruktur harus berjalan seiring dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, dan kepemimpinan sekolah. Momentum ini, kata dia, perlu dijadikan penguat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran.

“Lingkungan belajar yang lebih nyaman akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa. Ini bagian dari program besar peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur sesuai kewenangan pemerintah provinsi,” jelas Khofifah.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh upaya tersebut adalah mencetak generasi unggul dan berdaya saing sebagai bekal mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengapresiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur yang sejak awal 2026 mengusung tema Jatim Cerdas dengan slogan Pendidikan Berdampak Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing. Tema ini diharapkan menjadi pemantik semangat peningkatan kinerja pendidikan di seluruh daerah.

Usai peresmian, Gubernur Khofifah meninjau praktik ketahanan pangan sekolah di SMKN 1 Plosoklaten. Ia melihat langsung pengelolaan peternakan dan budidaya tanaman produktif yang melibatkan siswa secara aktif. Model pembelajaran kontekstual tersebut dinilai efektif membentuk kompetensi, karakter, serta kesiapan peserta didik menghadapi dunia usaha dan industri.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang relevan dengan kehidupan nyata, agar lulusan siap berkontribusi bagi masyarakat,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Berita Terbaru