LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Menjelang pergantian hari menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Lamongan, Senin dini hari (17/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi menjelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI. Prosesi digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dengan pengorbanan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Bupati Yuhronur Efendi mengatakan, perjuangan para pahlawan menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa hingga kemerdekaan dapat diwujudkan dan dipertahankan. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para pejuang yang dimakamkan di TMP Kusuma Negara maupun mereka yang gugur tanpa diketahui identitasnya.
“Sebanyak 343 makam TNI, Polri, pegawai sipil, dan pejuang, serta 53 pahlawan tak dikenal, bersemayam di taman makam ini. Begitu pula para pahlawan yang tidak dikenal nama dan tempatnya, di kota-kota, di dusun-dusun, di lereng-lereng gunung, di lembah ngarai, hingga dasar lautan. Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya,” tutur Pak Yes.
Puncak prosesi ditandai dengan pembacaan naskah ikrar penghormatan kepada para pahlawan oleh Dandim 0812 Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. Dalam ikrar tersebut, ia menyampaikan penghormatan atas keikhlasan, pengorbanan, dan kesucian perjuangan para pahlawan.
Menurut Letkol Deni, Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan sekadar tradisi seremonial tahunan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengheningkan cipta sekaligus kembali menghayati nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini berdiri di atas pengorbanan jiwa, raga, dan tetesan darah para pejuang di TMP Kesuma Negara ini.Tugas kita hari ini—TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga generasi muda Pramuka—adalah memastikan bahwa api perjuangan tersebut tidak padam,” ujarnya.
Ia menegaskan sinergitas dan soliditas antarinstansi menjadi bagian penting dalam meneruskan cita-cita para pendiri bangsa. Semangat perjuangan para pahlawan, kata dia, perlu menjadi landasan dalam menjaga kedaulatan, merawat persatuan, serta mengabdi kepada masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar