467 ASN Jatim Diguyur Satyalancana, Gubernur Khofifah: Pengabdian Harus Berdampak

Rabu, 19 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (18/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (18/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya (SLKS) kepada 467 ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (18/8/2026). Penghargaan tersebut diberikan kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.

Penyematan SLKS dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 222 PNS, sedangkan sesi kedua diikuti 245 PNS. Tanda kehormatan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian ASN kepada negara.

Khofifah mengatakan penyematan tanda kehormatan dilakukan secara langsung untuk menegaskan penghargaan negara terhadap dedikasi para penerima. Menurutnya, masa pengabdian yang panjang perlu dimaknai sebagai perjalanan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Ini tanda kehormatan Presiden Republik Indonesia. Jadi, apa pentingnya kita menyematkan? Supaya panjenengan memahami apa yang sudah panjenengan kontribusikan, dedikasikan, juga abdikan untuk bangsa dan negara itu dicatat dan diberi tanda kehormatan oleh Presiden Republik Indonesia,” ujar Khofifah.

Khofifah kemudian mendorong ASN Pemprov Jatim agar tidak berhenti pada ukuran masa kerja. Ia meminta pengabdian juga diwujudkan melalui inovasi dan karya yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, pengabdian ASN harus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan. Berbagai inovasi yang telah tumbuh di lingkungan Pemprov Jatim diminta terus dijaga keberlanjutannya, dikembangkan, dan diperluas manfaatnya.

Salah satu inovasi yang disorot Khofifah adalah program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dikembangkan kepala sekolah dan guru SMA, SMK, serta SLB di Jawa Timur. Program yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur itu menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kemandirian dan jiwa kewirausahaan peserta didik sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan.

“Bapak dan Ibu guru sudah melakukan sesuatu yang insyaallah tidak hanya memberikan nilai tambah bagi ekonomi di sekolah masing-masing, tetapi bagaimana kemudian kita menjadi bagian dari penguat program ketahanan pangan yang oleh Presiden Prabowo terus digaungkan – diikuti panglima TNI seluruh Kepala staf angkatan dan Kapolri,” ungkapnya.

Hasil pengembangan SIKAP juga telah diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Senin (17/8). Berbagai hasil pertanian, buah-buahan, hingga produk pangan olahan ditampilkan dan dibagikan kepada tamu undangan serta masyarakat.

Salah satu produk yang ditampilkan adalah keripik ikan patin dari SMKN 1 Tulungagung. Produk tersebut diperkenalkan dengan identitas SIKAP sebagai bagian dari upaya menunjukkan kontribusi sekolah terhadap penguatan ketahanan pangan.

“Tema HUT kemerdekaan RI ‘Indonesia berdaulat, adil dan makmur’. Dari Indonesia berdaulat, adil dan makmur secara khusus yang diusung Jawa Timur adalah ketahanan pangan. Maka, saat pagi hari sebelum pengibaran bendera yang kita tampilkan adalah ketahanan pangan baik di sektor peternakan, sektor perikanan dan sektor pertanian. Terima kasih para kepala sekolah para guru-guru dari semua SMA/SMK negeri dan swasta serta SLB yang sudah menyiapkan program SIKAP,” jelas Khofifah.

Ia mengapresiasi sekolah-sekolah yang tetap mengembangkan program ketahanan pangan meski menghadapi keterbatasan lahan. Bagi Khofifah, kondisi lahan yang tidak luas bukan alasan untuk menghentikan inovasi.

Khofifah juga menaruh perhatian pada pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Ia mengapresiasi sekolah yang mulai memilah dan mengolah sampah secara mandiri, termasuk memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk untuk penghijauan dan mendukung program ketahanan pangan.

“Bapak ibu tidak sekedar menguatkan ketahanan pangan tetapi juga memperhatikan pengolahan sampah sesuai pesan Presiden Prabowo, ayo bersihkan sampah dan sekolah melakukannya,” tutur Khofifah.

Praktik pengelolaan sampah serupa telah dikembangkan di sejumlah perangkat daerah dan unit kerja Pemprov Jatim, termasuk RSUD Dr. Soetomo dan UPT di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Khofifah berharap praktik tersebut dapat diperluas ke seluruh sekolah, perangkat daerah, dan unit kerja Pemprov Jatim. Ia meminta pemilahan dan pengolahan sampah dilakukan sedekat mungkin dari sumbernya agar volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

“Saya berpesan di lingkungan kerja kita masing-masing pastikan bahwa sampah selesai di sekolah, maupun perkantoran pemerintah sehingga tidak harus dikirim lagi ke tempat pembuangan akhir,” ungkapnya.

Bagi Khofifah, SIKAP dan pengelolaan sampah menunjukkan bahwa inovasi dapat berangkat dari persoalan sehari-hari. Persoalan tersebut kemudian dicari solusinya hingga menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Semangat inovasi itu, kata Khofifah, perlu menjadi bagian dari budaya kerja ASN Pemprov Jatim. Para penerima SLKS yang telah memiliki pengalaman pengabdian selama puluhan tahun dinilai memiliki modal untuk terus menghadirkan perbaikan dalam pelayanan publik.

Ia berharap penghargaan Satyalancana Karya Satya menjadi penyemangat bagi para penerima untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat melayani. Pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun harus terus dimaknai sebagai perjalanan memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

“Pengabdian harus terus kita isi dengan karya dan inovasi. Mari kita terus memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan bersama-sama memberikan kontribusi untuk mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Khofifah juga mengajak seluruh penerima Satyalancana Karya Satya Presiden Republik Indonesia untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang mengalami musibah di NTT. Ia berharap mereka yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, warga yang sakit segera sembuh, serta masyarakat terdampak tetap kuat dan bersemangat menghadapi kondisi tersebut.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru