SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan Tim Ekspedisi 81 Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Arjuno dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (15/8).
Sebanyak 500 pendaki dan pendukung mengikuti ekspedisi yang mengusung semangat “Merawat Hutan, Mencegah Kebakaran, Menjaga Kehidupan, Menguatkan Indonesia”. Mereka akan mengibarkan Merah Putih di Puncak Ogal Agil, membentangkan bendera sepanjang 81 meter, serta menanam 500 batang Ficus dan cemara gunung.
Khofifah mengatakan Ekspedisi 81 menjadi bagian dari upaya membangun nasionalisme, patriotisme, gerakan konservasi, sekaligus pencegahan kebakaran hutan dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Indonesia.
“Kita bangga atas jiwa patriotisme yang dimiliki peserta. Begitu besar animo mereka, sampai yang berpartisipasi angkanya hingga ratusan. Terima kasih, kalianlah yang menghidupkan semangat kemerdekaan dan patriotisme bahkan di dekade ke-8 ini,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, tema ekspedisi memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga kawasan hutan, terutama setelah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo yang menjadi perhatian bersama.
“Dan tema ekspedisi ini saya kira sangat sesuai. Karena selain bertepatan dengan kemerdekaan, kali ini juga ada peristiwa karhutla Bromo yang perlu menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama,” lanjutnya.
Pemberangkatan diawali penyerahan bendera Merah Putih oleh Khofifah kepada sembilan perwakilan peserta. Mereka berasal dari Bakorwil II Bojonegoro, TNI-Polri, organisasi pecinta alam dan Pramuka, pendaki perempuan, mahasiswa dan pelajar, relawan, LSM, media, serta dunia usaha.
Khofifah kemudian mengibaskan bendera start sebagai tanda keberangkatan menuju Gunung Arjuno. Para peserta diberangkatkan menggunakan truk Brimob dan bus.
Ekspedisi dipimpin Brigadir Jenderal TNI Singgih Pambudi Arinto yang juga akan bertindak sebagai Inspektur Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Pasar Dieng.
Peserta Ekspedisi 81 tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari 16 provinsi, yakni Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, NTT, NTB, Papua Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.
“Kedaulatan bukan hanya tentang menjaga batas wilayah, tetapi juga kemampuan menjaga sumber air, keanekaragaman hayati, pangan, dan ruang hidup bangsa. Kemakmuran harus dibangun dengan memastikan ekonomi dan ekologi berjalan searah,” tegas Khofifah.
Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu penyangga ekologi penting Jawa Timur. Karena itu, ekspedisi juga mencakup penanaman 500 batang Ficus dan cemara gunung, pemasangan papan imbauan pencegahan kebakaran, serta pembersihan jalur pendakian.
Khofifah menyerahkan bibit Ficus kepada perwakilan Ekspedisi 81. Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan CSR berupa satu unit mobil dari Bank Jatim kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi.
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui upacara di lima puncak bukit dengan jalur pendakian pendek di kawasan Tahura Raden Soerjo, yakni Lincing, Watu Jengger, Semar, Pundak, dan Cendono. Kegiatan di lima titik tersebut melibatkan sekitar 650 peserta.
“Saya hanya berpesan, tolong jaga diri dan marwah bangsa. Jangan sampai melanggar peraturan pendakian, dan tolong jaga selalu Merah Putih tetap di posisi yang layak. Tapi yang terpenting, jangan sampai sakit dan saling menjaga satu sama lain,” pesan Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar