70 Persen Sekolah Bangkalan Rusak, Wabup Sampaikan ke Mendikdasmen

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Bangkalan Fauzan Ja’far bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Burneh, Jumat (1/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wabup Bangkalan Fauzan Ja’far bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Burneh, Jumat (1/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Kondisi memprihatinkan infrastruktur pendidikan di Bangkalan kembali disorot. Sekitar 70 persen gedung sekolah tingkat SD dan SMP dilaporkan masih dalam kondisi kurang layak, bahkan sebagian tidak mampu menampung seluruh siswa.

Fakta ini disampaikan Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, di Kecamatan Burneh, Jumat (1/5/2026).

Persoalan ini menjadi krusial karena berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Keterbatasan ruang kelas dan fasilitas berpotensi mengganggu proses belajar serta menurunkan daya saing siswa.

“Sekitar 70 persen gedung sekolah kita masih kurang memadai. Ini menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani,” ujar Fauzan.

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah pusat harus menjadi momentum percepatan perbaikan sarana pendidikan di daerah. Tanpa intervensi yang kuat, kesenjangan kualitas pendidikan akan semakin lebar.

Selain isu sekolah rusak, kunjungan ini juga diwarnai peresmian Masjid Al Huda Muhammadiyah. Fauzan menilai keberadaan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter masyarakat.

“Masjid punya peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak dan berkualitas,” katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya peran institusi keagamaan dalam mendukung pendidikan. Ia menyebut masjid harus menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan umat.

“Masjid harus dimakmurkan sekaligus memakmurkan masyarakat. Ini bagian dari membangun generasi unggul,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi digital sebagai peluang memperluas akses pendidikan. Internet dan media sosial dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif di tengah keterbatasan fasilitas fisik.

Bagi masyarakat, perbaikan infrastruktur sekolah menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa ruang belajar yang layak, kualitas pendidikan sulit meningkat.

Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan langkah konkret dalam pembenahan fasilitas pendidikan di Bangkalan.

“Harapan kami, ada solusi nyata agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan maksimal,” pungkas Fauzan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan
Sekolah Perempuan Blitar Digeber, Pemkot Targetkan Ekonomi Keluarga Naik

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru