76 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kerumutan

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan memadamkan karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kamis (3/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim gabungan memadamkan karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kamis (3/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Tim gabungan Polres Pelalawan bersama unsur perusahaan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kamis (3/9/2026). Pemadaman berlangsung selama lima jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Operasi tersebut dipimpin Kapolsek Kerumutan Iptu Budi Santoso. Ia didampingi Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan Iptu Haryanto Alex Sinaga, S.H., M.H., serta Kanit Provost Polres Pelalawan Ipda Rudi Butar Butar, S.H.

Lokasi kebakaran berada di lahan gambut dengan kondisi semak belukar. Sebanyak 76 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan di sekitar titik api.

Kekuatan tersebut terdiri dari 42 personel Polri, yakni 14 personel Polres Pelalawan, 10 personel Polsek Kerumutan, tujuh personel Polsek Ukui, satu personel Polsek Pkl. Lesung dan 10 personel Polsek Pkl. Kuras. Selain itu, turut terlibat 25 personel RPK PT. GH dan sembilan personel RPK PT. EMP.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan dua unit mesin Tohatsu beserta selang, enam unit mesin ministrike beserta selang, serta satu unit mobil R4 double cabin. Peralatan tersebut digunakan untuk menyekat area dan melakukan pendinginan guna mencegah api kembali merambat.

Di tengah proses pemadaman, Iptu Budi Santoso mengingatkan personel agar tetap memperhatikan keselamatan karena lokasi berada dekat habitat satwa liar.

“Fokus kita hari ini memadamkan titik api dan memastikan tidak merambat. Personel harus utamakan keselamatan. Karena lokasi berdekatan dengan habitat binatang buas, maka pemadaman malam dihentikan dan kita lanjut pendinginan besok pagi,” ujarnya.

Kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan serta keberadaan satwa liar menjadi kendala dalam penanganan karhutla. Atas pertimbangan keselamatan, pemadaman tidak dilanjutkan pada malam hari.

Hasil pemantauan terakhir menunjukkan titik api sudah tidak terlihat. Namun, kepulan asap masih muncul di beberapa titik sehingga tim gabungan dijadwalkan kembali ke lokasi pada Jumat (4/9/2026) untuk melakukan pendinginan secara menyeluruh.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru