Air Menyusut, Petani Cemas: Polsek Tikung Kawal Sidak Irigasi di Lamongan

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peninjauan irigasi dan pompanisasi di Waduk Delikguno, Lamongan, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peninjauan irigasi dan pompanisasi di Waduk Delikguno, Lamongan, Rabu (29/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat mengantisipasi ancaman kemarau panjang. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) meninjau langsung kondisi irigasi dan pompanisasi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Rabu (29/4/2026). Langkah ini krusial untuk menjaga pasokan air pertanian dan mencegah penurunan produksi pangan.

Kunjungan dipimpin Direktur Jenderal PSP Andi Nur Alam Syah bersama jajaran, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan unsur Forkopimcam Tikung. Pemeriksaan difokuskan pada kesiapan jaringan irigasi serta optimalisasi pompanisasi sebagai solusi cepat menghadapi potensi El Nino.

Bagi masyarakat, khususnya petani, kondisi irigasi yang stabil menjadi penentu keberhasilan musim tanam. Gangguan distribusi air berisiko menurunkan hasil panen hingga berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi warga.

Dirjen PSP Andi Nur Alam Syah menegaskan, pemerintah tengah memperkuat infrastruktur air pertanian agar tetap berfungsi optimal saat musim kering. “Kami memastikan jaringan irigasi dan pompanisasi berjalan efektif untuk menjamin suplai air ke lahan pertanian tetap aman,” ujarnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci menghadapi perubahan iklim. “Langkah ini penting untuk melindungi petani dari risiko gagal panen, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan daerah,” katanya.

Peninjauan ini juga melibatkan kelompok tani setempat sebagai pengguna langsung sistem irigasi. Mereka diharapkan turut menjaga dan memanfaatkan fasilitas secara maksimal agar distribusi air merata.

Dengan langkah antisipatif ini, pemerintah menargetkan dampak kemarau panjang dapat ditekan, sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru