BONDOWOSO, RadarBangsa.co.id — Akses jalan menuju Dusun Petung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso, masih menjadi persoalan bagi warga. Kondisi jalan yang disebut belum tersentuh pembangunan secara optimal bahkan membuat kendaraan roda empat belum dapat menjangkau wilayah tersebut dengan mudah.
Persoalan itu turut berdampak pada akses menuju SD Kretek 3. Para guru disebut harus berjalan kaki untuk mencapai sekolah karena keterbatasan akses kendaraan.
Kepala Desa Kretek, Kusno, mengatakan kondisi jalan menjadi salah satu keluhan utama masyarakat Dusun Petung. Ia menyebut persoalan tersebut telah berlangsung dan membutuhkan perhatian pemerintah.
“Desa dan dusun kami sangat memprihatinkan, utamanya akses jalan. Selama ini Dusun Petung belum tersentuh pembangunan,” kata Kusno.
Menurut Kusno, keterbatasan jalan tidak hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap akses pendidikan. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju SD Kretek 3 menjadi tidak mudah.
“Lebih mirisnya, para guru terpaksa berjalan kaki untuk menempuh perjalanan menuju SD Kretek 3 di Dusun Petung,” ungkapnya.
Kusno berharap kondisi akses jalan tersebut mendapat perhatian pemerintah. Ia meminta adanya kepedulian dan langkah nyata agar masyarakat Dusun Petung juga memperoleh pembangunan infrastruktur yang layak.
“Saya berharap masih ada kepedulian dari pemerintah melihat akses jalan di desa kami yang sangat memprihatinkan,” harapnya.
Sorotan terhadap kondisi tersebut juga disampaikan Sekretaris PPP Bondowoso, Ahmadi. Ia meminta persoalan akses Dusun Petung tidak berhenti pada tahap investigasi atau sekadar dicatat dalam laporan.
Menurut Ahmadi, kondisi di lapangan harus dilihat secara langsung dan diikuti langkah konkret. Ia mengaku pihaknya telah turun ke lokasi dan melihat kondisi akses tersebut.
“Persoalan ini harus benar-benar dilihat langsung di lapangan. Kami sendiri sudah pernah turun. Kondisinya memang memprihatinkan,” tegasnya.
Ahmadi menyebut kendaraan roda empat masih sulit melintas menuju Dusun Petung. Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat disebut masih mengandalkan kendaraan roda dua hingga kuda.
Menurut dia, keterbatasan akses tidak hanya menyangkut kondisi jalan. Mobilitas masyarakat untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga menjalankan aktivitas ekonomi juga ikut terdampak.
“Coba bayangkan, di zaman sekarang masih ada dusun yang akses jalannya seperti itu. Masyarakat di sana juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pembangunan,” ujarnya.
Ahmadi meminta pemerintah tidak berhenti pada pernyataan bahwa persoalan tersebut akan diinvestigasi. Baginya, investigasi harus menjadi awal untuk mencari penyelesaian.
“Harapan kami, pihak terkait benar-benar turun ke sana. Lihat kondisinya, identifikasi persoalannya, kemudian cari solusi. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil terus menunggu tanpa kepastian,” pungkas Ahmadi.
Kondisi Dusun Petung kini menunggu tindak lanjut dari pihak terkait. Akses jalan yang terbatas menjadi persoalan yang bersinggungan dengan mobilitas warga dan perjalanan para guru menuju SD Kretek 3.
Penulis : Sukri
Editor : Zainul Arifin


















Komentar