SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur dalam menyelesaikan tahapan Pilkada Serentak 2024. Dalam pertemuan bersama jajaran KPU Jatim, Lia juga menyoroti tingkat partisipasi pemilih yang meningkat dibandingkan Pilgub 2018.
KPU Jatim mencatat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2024 mencapai 70,06 persen atau sebanyak 21.937.202 pemilih. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan partisipasi pada Pilgub Jatim 2018 yang tercatat sebesar 67,39 persen.
Apresiasi itu disampaikan Lia saat menjalankan fungsi pengawasan Komite I DPD RI terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari inventarisasi materi pengawasan untuk mengidentifikasi pelaksanaan regulasi, tantangan di lapangan, serta aspek yang perlu diperkuat dalam penyelenggaraan pemilu mendatang.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (29/10) itu dihadiri Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi bersama anggota KPU Jatim, yakni Miftahur Rozaq, Eka Wisnu Wardhana, Nur Salam, Habib M. Rohan, dan Choirul Umam. Hadir pula Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini serta jajaran pejabat dan staf sekretariat.
Di tengah pembahasan kepemiluan, Lia menyampaikan sejumlah pantun yang membuat suasana pertemuan lebih cair. Pantun tersebut ditujukan kepada para komisioner KPU Jatim, diselingi pujian atas senyum dan kinerja mereka.
Kepada Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi, Lia berpantun, “Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau sudah jumpa dengan Mas Aang, boleh kita sebut senyumnya memikat hati.”
Lia juga melontarkan pantun untuk anggota KPU Jatim lainnya. Kepada Habib M. Rohan, ia mengatakan, “Menyentuh dahan di bawah pohon rindang, Mas Rohan senyumnya sungguh sedap dipandang.”
Sementara untuk Choirul Umam, Lia menyampaikan, “Sayur bayam, sayur selada, Mas Umam tatapannya bikin gundah.”
Pantun berikutnya ditujukan kepada Nur Salam dan Miftahur Rozaq. “Memandang alam ditemani kekasih tercinta, senyuman Mas Nur Salam selalu menjadi cerita,” ujar Lia.
Ia kemudian melanjutkan, “Hati berdetak karena tatapan teduh, Lora Rozak senyumnya manis sungguh.”
Kepada Eka Wisnu Wardhana, Lia menyampaikan pantun, “Ada kupu-kupu di atas kertas, Mas Eka Wisnu kerjanya tuntas.” Suasana ruangan pun berlangsung ceria dan penuh keakraban.
Sementara itu, Ketua KPU Jatim Aang Khunaifi menyatakan, penyelenggaraan demokrasi di Jawa Timur semakin inklusif, transparan, dan berkualitas.
“Nanti ada regulasi-regulasi kepemiluan untuk 2029, dan pastinya kami memastikan penyelenggaraan pemilu yang tertib, namun juga keterlibatan masyarakat yang sadar akan hak, tanggung jawab, dan perannya dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar