Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Langkah Khofifah Atasi Krisis Gula di Jawa Timur

Minggu, 7 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kiri), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kiri), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Krisis gula kembali menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Namun, Jawa Timur masih menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas pangan strategis tersebut. Berdasarkan data Kementerian Pertanian 2024, lebih dari 51,87 persen produksi gula nasional disumbang dari pabrik-pabrik di Jawa Timur.

Capaian itu menegaskan bahwa Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai lumbung padi nasional, tetapi juga sentra utama gula yang menopang ketahanan pangan negeri.

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai peran Jatim sangat krusial dalam upaya swasembada gula. Menurutnya, keberpihakan terhadap petani tebu menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Jawa Timur menjadi penopang gula nasional. Jika kekuatan ini dijaga, kita bisa menekan ketergantungan impor,” ujar Lia, Minggu (7/9/2025).

Ia menambahkan, penguatan industri gula rakyat harus menjadi fondasi utama. “Kalau Jawa Timur mampu memperkuat sektor gula, maka swasembada bukan lagi mimpi. Justru bisa jadi tonggak bagi Indonesia untuk mandiri pangan,” tegasnya.

Meski potensinya besar, Jawa Timur menghadapi persoalan serius. Lebih dari 74.700 ton gula petani menumpuk di gudang pabrik, terutama di kawasan Tapal Kuda seperti Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. Kondisi ini menghambat aktivitas petani dan pabrik.

Sekjen DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sunardi Eko Sukamto, menyebut keadaan semakin berat. “Kami sudah kesulitan. Beberapa pabrik gula bahkan berhenti giling karena stok menumpuk,” ujarnya di Surabaya, Jumat (15/8/2025).

Sunardi mendesak agar dana Rp1,5 triliun dari Danantara segera dicairkan untuk menyerap gula petani. “Kalau dana itu tidak cair, jangan harap Indonesia bisa swasembada gula. Petani tebu akan mogok massal,” tegasnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pihaknya terus mencari solusi bersama pemerintah pusat dan BUMN pangan. Salah satunya lewat koordinasi dengan Danantara.

“Mereka menyiapkan anggaran Rp1,5 triliun untuk menyerap tebu rakyat. Komunikasi sudah berjalan lama, bahkan di Lumajang sudah ada realisasi serapan gula langsung,” kata Khofifah, Sabtu (6/9/2025).

Pemprov Jatim juga berperan sebagai mediator antara petani, Danantara, dan BUMN pangan seperti Sinergi Gula Nusantara (SGN) serta Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) agar produksi gula tidak berhenti di gudang.
Meski tantangan masih besar, optimisme tetap ada. Jawa Timur sudah memiliki dasar hukum melalui Pergub Nomor 87 Tahun 2014 tentang Pengembangan Perkebunan Tebu Terpadu, yang mengatur dukungan teknologi modern, insentif bagi petani, hingga hilirisasi produk gula.

Senator Lia Istifhama menilai, jika sinergi antara pemerintah, BUMN, dan petani berjalan konsisten, Jawa Timur bisa kembali menjadi poros kekuatan gula nasional.

“Kalau potensi ini dioptimalkan, Jawa Timur bukan hanya menyelamatkan petani, tapi juga menjaga masa depan ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru