Anggota DPD RI Lia Istifhama: Harga BBM Subsidi Tetap Aman Saat Minyak Dunia Naik

Jumat, 20 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan keterangan di Surabaya, Kamis (19/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan keterangan di Surabaya, Kamis (19/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mengalami kenaikan meski harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan menahan dampak gejolak ekonomi global.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan pemerintah memilih menyerap tekanan kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga beban tidak langsung dirasakan masyarakat.

Menurut Lia, kebijakan subsidi energi di Indonesia telah dirancang secara komprehensif dalam kerangka APBN tahunan. Fluktuasi harga minyak dunia, termasuk lonjakan signifikan, sudah diantisipasi sejak awal perencanaan anggaran.

Ia menjelaskan, pemerintah memiliki ruang fiskal untuk menjaga stabilitas harga BBM dengan berbagai skema, mulai dari efisiensi belanja hingga optimalisasi penerimaan negara. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan APBN tetap sehat.

Selain itu, pemerintah juga mengedepankan fungsi APBN sebagai shock absorber atau peredam gejolak ekonomi. Dengan skema tersebut, tekanan global tidak langsung membebani masyarakat.

“Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau dilepas, bisa memicu kepanikan,” ujar Lia, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, “Subsidi sudah dihitung dalam setahun penuh. Kita siapkan langkah penghematan atau peningkatan pendapatan agar APBN tetap aman.”
Kebijakan ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Dengan harga BBM tetap stabil, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan tetap berjalan tanpa gangguan signifikan.

Di sisi lain, langkah tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan disiplin fiskal. APBN menjadi instrumen utama untuk menahan tekanan eksternal.

Lia berharap masyarakat memahami peran APBN sebagai pelindung ekonomi nasional dari gejolak global. “APBN ini menyerap shock, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa beban berlebih,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru