Anggota DPD RI Lia Istifhama Sepakat dengan Prabowo, Kinerja MA Capai 99,54 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi kinerja Mahkamah Agung (MA) dalam menyelesaikan perkara setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian lembaga peradilan tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan produktivitas MA mencapai 99,54 persen. Dari 38.148 perkara yang ditangani, sebanyak 37.973 perkara telah diputus. Capaian itu menunjukkan tingginya jumlah perkara yang berhasil diselesaikan dibandingkan dengan perkara yang ditangani.

Presiden juga memaparkan ketepatan waktu penyelesaian perkara pada tahap minutasi. Sebanyak 35.728 perkara atau 96,74 persen dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Lia Istifhama menilai capaian tersebut menunjukkan adanya upaya serius dalam menghadirkan proses peradilan yang lebih cepat sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Menurut senator asal Jawa Timur itu, kecepatan penyelesaian perkara merupakan bagian penting dalam menciptakan keadilan.

“Seperti yang disampaikan Presiden, apresiasi terhadap lembaga peradilan, khususnya Mahkamah Agung, patut diberikan karena penyelesaian perkara yang cepat merupakan bagian dari upaya menciptakan keadilan. Sebab, ketika perkara terlalu lama diselesaikan, ketidakadilan juga berpotensi diperpanjang,” ujar Ning Lia.

Namun, Lia menegaskan bahwa kecepatan penyelesaian perkara harus berjalan beriringan dengan kualitas putusan dan prinsip keadilan. Peradilan, menurutnya, tidak hanya diukur dari seberapa cepat perkara diputus, tetapi juga dari kemampuan proses tersebut memberikan rasa keadilan kepada para pihak.

“Yang kami harapkan juga kecepatan penyelesaian perkara harus tetap dibarengi dengan ketelitian, independensi, dan keberpihakan pada nilai-nilai keadilan,” tegasnya.

Kinerja tersebut juga menjadi bagian dari keberhasilan MA mempertahankan rasio produktivitas di atas 99 persen selama enam tahun berturut-turut. Bagi Lia, capaian kuantitatif itu merupakan indikator positif, tetapi harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan akses keadilan bagi masyarakat.

“Angka 99,54 persen tentu merupakan capaian yang patut diapresiasi. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat merasakan dampaknya. Masyarakat diharapkan tidak hanya melihat angka produktivitas, tetapi juga harus merasakan bahwa proses peradilan semakin mudah, cepat, transparan, dan adil,” kata Senator asal Jawa Timur tersebut.

Lia menilai angka tersebut perlu dibaca bersama kualitas pelayanan peradilan. Kecepatan penyelesaian perkara, menurutnya, harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan berhenti sebagai capaian administratif.

Karena itu, ketelitian, independensi, kualitas putusan, transparansi, dan akses keadilan tetap menjadi perhatian. Prinsip tersebut penting agar peningkatan produktivitas tidak menggeser tujuan utama peradilan, yakni memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan kepada para pihak.

Presiden Prabowo dalam pidatonya menempatkan capaian penyelesaian perkara dalam konteks penguatan supremasi hukum dan kemandirian kekuasaan kehakiman. Ia menegaskan pentingnya menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim.

“Kita harus menjaga supremasi hukum dan kemandirian hakim,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyampaikan bahwa hukum dan keadilan harus dapat dirasakan seluruh masyarakat. Akses terhadap keadilan, menurut Presiden, tidak boleh hanya tersedia bagi kelompok yang memiliki kekuatan atau sumber daya. Rakyat yang paling tidak berdaya juga harus dapat memperoleh keadilan di pengadilan.

Pesan Presiden mengenai supremasi hukum juga memperluas konteks capaian MA. Kinerja penyelesaian perkara ditempatkan bersama kebutuhan menjaga kemandirian hakim serta memastikan hukum dapat diakses seluruh masyarakat, termasuk kelompok yang tidak memiliki kekuatan atau sumber daya.

Dalam pidatonya, Presiden turut menyinggung peningkatan kesejahteraan hakim sebagai bagian dari perhatian pemerintah terhadap kemandirian hakim. Pesan tersebut menempatkan kinerja penyelesaian perkara dan kemandirian hakim dalam satu rangkaian penguatan kekuasaan kehakiman.

Dengan rangkaian capaian tersebut, kinerja MA menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan hukum yang cepat sekaligus tetap berlandaskan keadilan. Produktivitas 99,54 persen dan ketepatan waktu minutasi 96,74 persen menjadi bagian dari kinerja peradilan dalam memberikan layanan hukum kepada masyarakat.

Pada saat yang sama, pernyataan Presiden dan apresiasi Lia menegaskan bahwa peningkatan kinerja peradilan perlu berjalan bersama penguatan supremasi hukum, independensi hakim, serta pemerataan akses keadilan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Anggota DPD RI Lia Istifhama Kenalkan Filosofi PEREMPUAN, Ajak Fatayat NU Berani Berpolitik
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:34

Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:25

Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru