SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Memasuki satu tahun periode kedua kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, berbagai capaian makro daerah kembali menjadi perhatian publik. Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menilai, konsistensi kebijakan dan kesinambungan program pembangunan menjadi fondasi utama tren positif yang tercatat sepanjang tahun pertama periode kedua ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Lia saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2). Ia menegaskan, kepemimpinan Khofifah-Emil menunjukkan karakter yang terukur dan berorientasi pada keberlanjutan program, bukan sekadar capaian jangka pendek.
“Pada tahun pertama periode kedua ini, kita melihat konsistensi kepemimpinan yang semakin kuat. Bukan hanya retorika, tetapi kerja nyata yang berkelanjutan,” ujar Lia.
Menurutnya, indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, serta penguatan sektor produktif menunjukkan tren yang stabil dan cenderung meningkat. Jawa Timur dinilai mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi pascapandemi sekaligus mempercepat akselerasi pembangunan di sektor industri, pertanian, dan UMKM.
Ia menambahkan, berbagai indeks pembangunan manusia dan hasil riset sejumlah lembaga juga menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Stabilitas sosial dan iklim investasi yang relatif kondusif disebut menjadi faktor pendukung pertumbuhan tersebut.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap signifikan dan menunjukkan tren menanjak. Itu menjadi indikator bahwa arah kebijakan berjalan konsisten,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, Lia menyoroti tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil yang berada di kisaran mayoritas, yakni sekitar 70 hingga 80 persen berdasarkan sejumlah survei. Angka tersebut, menurutnya, mencerminkan penerimaan masyarakat terhadap pendekatan kepemimpinan yang moderat dan kolaboratif.
Pendekatan moderasi, dialog, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dinilai efektif menjaga stabilitas di tengah dinamika sosial-politik nasional. Ia menyebut, kemampuan membangun komunikasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam menjaga kohesi sosial.
“Kepemimpinan tidak hanya soal angka statistik, tetapi bagaimana membangun sistem yang berkelanjutan dan inklusif. Di Jawa Timur, kompleksitas itu sudah terbangun dengan baik,” ungkapnya.
Satu tahun periode kedua ini juga menjadi fase konsolidasi program prioritas, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, percepatan infrastruktur strategis, hingga perluasan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi nasional, Jawa Timur disebut tetap menunjukkan daya tahan dan progresivitas pembangunan. Lia menilai, konsistensi menjadi kata kunci yang merepresentasikan kepemimpinan Khofifah-Emil.
“Yang terlihat adalah konsistensi dalam kerja, konsistensi dalam capaian, dan konsistensi dalam keberpihakan pada masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar