Angka Kemiskinan Banyuwangi Turun Jadi 6,13 Persen

Jumat, 26 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana akrab Bupati Banyuwangi dengan masyarakat (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana akrab Bupati Banyuwangi dengan masyarakat (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menekan angka kemiskinan kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru tahun 2025, tingkat kemiskinan Banyuwangi menurun menjadi 6,13 persen. Angka ini menegaskan tren positif penurunan yang konsisten selama empat tahun terakhir.

Pada 2021, kemiskinan tercatat 8,07 persen, turun menjadi 7,51 persen pada 2022. Setahun berikutnya angka kembali merosot menjadi 7,34 persen, lalu 6,54 persen pada 2024, hingga kini mencapai 6,13 persen. Artinya, dalam setahun terakhir terjadi penurunan sebesar 0,41 persen.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. “Alhamdulillah, capaian kinerja ini adalah buah dari kolaborasi, dukungan, dan doa seluruh masyarakat serta stakeholder di daerah. Semua berkat sinergi dari banyak program yang dijalankan,” ujar Ipuk, Kamis (25/9/2025).

Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi menempuh tiga strategi utama untuk mengurangi kemiskinan. Pertama, mengurangi beban pengeluaran warga miskin. Hal ini dilakukan dengan memastikan distribusi bantuan sosial berjalan lancar, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Banyuwangi juga memiliki program khas seperti Rantang Kasih dan Banyuwangi Berbagi untuk membantu kelompok rentan.

Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. Program unggulan seperti UMKM Naik Kelas, Warung Naik Kelas (WeNak), hingga fasilitas ongkos kirim gratis untuk pelaku usaha kecil menjadi motor penggerak pertumbuhan. “Kami mendorong warga untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas secara ekonomi,” kata Ipuk.

Ketiga, memutus transmisi kemiskinan lewat pendidikan. Pemerintah daerah memberikan akses pendidikan mulai dari dasar hingga perguruan tinggi, serta menyediakan berbagai pelatihan keterampilan. “Pelatihan ini penting agar warga memiliki skill yang bisa dipakai untuk mandiri maupun meningkatkan usahanya,” tambah Ipuk.

Data BPS juga menunjukkan penurunan kemiskinan diikuti pertumbuhan ekonomi yang solid. Pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mencapai 5,50 persen, lalu meningkat menjadi 5,85 persen di triwulan kedua. Capaian ini berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.

Kepala BPS Banyuwangi, Hermanto, menilai keberhasilan tersebut tak lepas dari kemampuan daerah menjaga inflasi. “Kolaborasi berbagai pihak yang didukung kebijakan pemerintah berhasil menjaga inflasi sehingga daya beli masyarakat tetap stabil. Inilah yang mencegah warga jatuh miskin sekaligus memberi ruang bagi masyarakat miskin untuk memperbaiki kehidupannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam menjalankan program penanganan kemiskinan membuat hasilnya terukur. “Selain inflasi yang terkendali, program daerah yang dijalankan secara berkesinambungan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Hermanto.

Bupati Ipuk menegaskan, penurunan kemiskinan tidak membuat pemerintah berpuas diri. “Pemkab akan terus melanjutkan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan penanganan kemiskinan. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah bersama-sama berjuang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru