Asahan Siap Bangun Rumah Sakit Internasional, KPDBU Jadi Skema Utama

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin saat meninjau lokasi rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, Sabtu, 24 Januari 2026 (Foto Dok Ho/Dicky-RadarBangsa.co.id).

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin saat meninjau lokasi rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, Sabtu, 24 Januari 2026 (Foto Dok Ho/Dicky-RadarBangsa.co.id).

ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan mempercepat rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU). Pertemuan virtual antara Pemkab Asahan dan Kementerian Dalam Negeri digelar di rumah Dinas Bupati Asahan, Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini menegaskan komitmen pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan strategis di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara. Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., menekankan pentingnya KPDBU sebagai instrumen untuk membangun infrastruktur publik berskala besar tanpa membebani keuangan daerah.

“KPDBU harus dipersiapkan dengan perencanaan matang, regulasi jelas, dan tata kelola akuntabel. Jika dijalankan dengan baik, skema ini akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah,” jelas Agus Fatoni.

Pertemuan diikuti Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Rianto, S.H., M.AP., Sekretaris Daerah, dan perangkat daerah terkait. Bupati Taufik menegaskan kesiapan Pemkab menindaklanjuti seluruh arahan dan hasil pembahasan.

“Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional melalui KPDBU ini kami arahkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat Pantai Timur sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Asahan. Sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra usaha menjadi kunci percepatan realisasinya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan lapangan ke lokasi rencana pembangunan rumah sakit untuk memastikan kesiapan lahan dan kesesuaian pengembangan kawasan layanan kesehatan. Selain itu, rombongan meninjau PT Hijau Surya Biotechindo untuk mengeksplorasi potensi pengembangan produk kultur jaringan sebagai peluang penguatan sektor bioteknologi dan inovasi di Kabupaten Asahan.

Dengan langkah konkret ini, Asahan berpotensi menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di Pantai Timur Sumatera Utara sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru melalui kolaborasi publik-swasta.

Penulis : Dicky

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru