JEMBER, RadarBangsa.co.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember meluncurkan layanan digital Cinta Riset (Center Information dan Tata Kelola Riset) dalam Diskusi Terpadu Tokoh Agama dan Akademisi di kantor Bakesbangpol Jember, Jumat (7/8/2026) malam.
Kepala Bakesbangpol Jember Lingga Diputra, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata menindaklanjuti arahan Sekretaris Daerah sekaligus mendukung misi Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan sumber daya manusia yang religius dan berdaya saing.
“Sinergi antara tokoh agama dan kalangan akademisi adalah pilar utama dalam merawat kerukunan sekaligus mendorong kemajuan daerah. Karakter masyarakat yang toleran, tangguh, dan inklusif tidak hanya lahir dari pembinaan keagamaan, tetapi juga harus didukung oleh basis keilmuan dan riset akademis yang kuat,” ujar Lingga.
Menurut Lingga, Cinta Riset merupakan inovasi platform digital untuk mempermudah, mempercepat, dan memodernisasi tata kelola administrasi perizinan riset di Kabupaten Jember. Sebelum peluncuran, peserta mendapat penjelasan teknis pengoperasian aplikasi dari M. Syamsu Rizal, S.H., M.H., Kepala Bidang Wasnas dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Jember yang mewakili tim Diskominfo Kabupaten Jember.
Diskusi tersebut menghadirkan Prof. Agus Trihartono, S.Sos., M.E., Ph.D., akademisi Unej; Dr. Evi Lestari, S.E., M.Si., TP3D yang juga Dewan Pengawas PDAM Jember; serta Ketua FKUB Jember Prof. Dr. KH. Abdul Muis Sonhaji, S.Ag., M.Si.
Materi dibagi dalam tiga sesi. Pembahasan pertama mengenai sinergi Pemkab Jember dan pemangku kepentingan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta penguatan data riset. Sesi kedua membahas pembentukan generasi tangguh dan toleran sebagai penggerak pembangunan daerah, sedangkan sesi ketiga mengangkat peran toleransi dan kerukunan beragama dalam kehidupan akademik yang harmonis.
Prof. Agus Trihartono menilai Cinta Riset bukan sekadar layanan digital, tetapi gerakan kebudayaan untuk meningkatkan kualitas peradaban masyarakat. Cinta Riset juga berperan sebagai knowledge mediator yang mempertemukan nilai kemanusiaan dengan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dr. Evi Lestari mengapresiasi layanan tersebut sebagai gagasan yang menyinergikan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jember. “Ia berharap hasil riset dapat menjadi landasan kebijakan Pemkab Jember, terutama dalam penanganan kemiskinan, stunting, pernikahan dini, hingga digitalisasi UMKM,”harapnya.
Prof. Dr. KH. Abdul Muis Sonhaji berharap layanan Cinta Riset dan hasil riset akademis dapat ditindaklanjuti secara berkesinambungan sebagai dasar kebijakan publik di Kabupaten Jember. “Kami berharap hasil-hasil riset akademis dapat menjadi dasar kuat bagi kebijakan publik di Kabupaten Jember,” pungkasnya.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar