Bangga dan Bersyukur Pecel Khas Jatim Tembus 7 Besar Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas, Gubernur Khofifah: Bukti Kuliner Nusantara Kian Mendunia

Sabtu, 30 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA,RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut bangga masuknya pecel khas Jawa Timur dalam daftar “100 Salad Terbaik di Dunia” versi TasteAtlas tahun 2026. Dalam daftar yang dirilis per 15 April 2026 itu, pecel berhasil menempati peringkat ke-7 dunia, bahkan mengungguli som tam asal Tailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu salad paling populer di Asia.

Dilansir Good News From Indonesia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia semakin mendapat tempat di panggung internasional. Tidak hanya pecel, sejumlah hidangan Nusantara lain juga masuk daftar bergengsi tersebut, di antaranya ketoprak di posisi ke-18, gado-gado di urutan ke-30, hingga rujak cingur, asinan, dan karedok.

Gubernur Khofifah mengatakan, pengakuan dunia terhadap pecel bukan sekadar soal rasa, melainkan juga pengakuan atas kekayaan budaya, tradisi, dan filosofi hidup masyarakat Jawa Timur yang tercermin dalam setiap sajian. Menurutnya, pecel adalah simbol kesederhanaan yang sarat makna, namun mampu menghadirkan cita rasa yang begitu kuat dan berkelas dunia.

“Pecel bukan hanya makanan tradisional, tetapi identitas budaya masyarakat Jawa Timur. Dari sepincuk pecel, dunia bisa melihat bagaimana masyarakat Jawa hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan bahan-bahan lokal yang sehat, sederhana, namun kaya rasa,” ujar Gubernur Khofifah.

Ia menambahkan, keberhasilan pecel masuk jajaran salad terbaik dunia menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi kuliner Nusantara, khususnya kuliner khas Jawa Timur, ke pasar internasional. Terlebih, Jawa Timur memiliki begitu banyak ragam pecel dengan karakter rasa dan keunikan masing-masing di berbagai daerah.

“Setiap daerah di Jawa Timur punya pecel dengan ciri khas tersendiri. Ini menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner kita. Ada pecel yang gurih, pedas, manis, hingga berpadu dengan kuah khas daerah. Semua memiliki cerita budaya yang luar biasa,” katanya.

Di antara yang paling populer adalah Pecel Madiun dengan sambal kacang kental beraroma daun jeruk purut dan penyajian khas pincuk daun pisang lengkap dengan peyek kacang. Ada pula Pecel Tumpang Kediri yang memadukan sambal tumpang berbahan tempe fermentasi dengan santan dan rempah-rempah, menciptakan rasa gurih yang khas.

Sementara di Surabaya, masyarakat mengenal Pecel Semanggi dengan daun semanggi sebagai bahan utama dan siraman bumbu kacang bercampur petis yang menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih. Tulungagung memiliki Pecel Punten yang dipadukan dengan punten berbahan beras dan santan, sedangkan Banyuwangi terkenal dengan Pecel Rawon dan Pecel Pitik khas Suku Osing yang unik dan kaya rempah.

Gubernur Khofifah menilai, keberagaman jenis pecel tersebut menjadi kekuatan besar Jawa Timur dalam memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia juga berharap capaian ini dapat mendorong generasi muda untuk semakin bangga terhadap makanan tradisional Indonesia.

“Jangan sampai generasi muda justru lebih mengenal makanan luar dibandingkan kuliner daerahnya sendiri. Pecel adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan, dipromosikan, dan diwariskan lintas generasi,” tegasnya.

Nasi pecel sendiri merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jawa Timur yang telah lama menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Hidangan ini terdiri dari nasi putih, aneka sayuran rebus seperti kacang panjang, tauge, daun singkong, dan bayam, yang kemudian disiram sambal kacang berbumbu cabai, gula merah, kencur, serta daun jeruk.

Selain lezat, nasi pecel juga dikenal sebagai makanan sehat dan bergizi karena kaya serat dan vitamin. Penyajiannya yang kerap menggunakan daun pisang pun mencerminkan filosofi masyarakat Jawa yang dekat dengan alam dan menjunjung nilai ramah lingkungan.

Bagi masyarakat Jawa Timur, pecel bukan sekadar makanan sehari-hari. Lebih dari itu, pecel adalah bagian dari identitas budaya, simbol kesederhanaan, sekaligus representasi kekayaan rasa Nusantara yang kini semakin mendapat pengakuan dunia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027
Bahas RUU Pertanahan, Lia Istifhama Cairkan Suasana Rapat Komite I DPD RI dengan Pantun
Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Lindungi Masyarakat dari Sengketa dan Mafia Tanah
Bukan Sekadar Soal Panggilan, Kemnaker Tekankan Kepastian Hak Pekerja Rumah Tangga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Selasa, 15 September 2026 - 23:41

RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Berita Terbaru