Banggar DPRD Lamongan Tuntaskan APBD 2026 dan Tekankan Efisiensi

Jumat, 28 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lamongan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) resmi merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026. Hasil pembahasan tersebut disepakati sebagai rekomendasi final untuk proses pengesahan APBD yang ditargetkan lebih efisien, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam rancangan APBD 2026, Pendapatan Daerah diproyeksikan mencapai Rp 3,07 triliun, sementara Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 3,14 triliun. Selisih keduanya menempatkan APBD pada posisi defisit sebesar Rp 75,29 miliar. Defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan netto dengan nilai setara, sehingga SILPA 2026 ditetapkan nihil.

Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi, menegaskan bahwa pembahasan APBD bukan sekadar rutinitas tahunan. “Ini adalah instrumen kebijakan yang menentukan arah pembangunan daerah. Kami memastikan setiap program yang diusulkan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Juru Bicara Banggar, Nur Hasyim, memaparkan sejumlah catatan strategis bagi Pemda. Ia menilai kenaikan target PAD 2026 perlu diikuti dengan pengawasan ketat terhadap perangkat daerah penghasil. “Banggar mengapresiasi peningkatan target pendapatan, tetapi hal itu harus dibarengi monitoring berkala agar realisasinya benar-benar tercapai,” jelasnya.

Banggar juga mendorong Perumda melakukan inovasi usaha yang terukur untuk meningkatkan kontribusi pada PAD, serta meminta PD Pasar memperkuat tata kelola unit usaha. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas penambangan Galian C diminta diperketat agar sesuai regulasi dan memberikan kontribusi optimal.

Catatan lain meliputi perbaikan infrastruktur jembatan, termasuk di Desa Sidokumpul Kecamatan Sambeng, yang dinilai penting untuk kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Banggar juga menekankan pentingnya percepatan Universal Health Coverage dengan memperluas kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Akses kesehatan yang merata menjadi komitmen bersama. Jangan sampai ada warga yang tidak terlayani hanya karena belum terdaftar,” imbuh Nur Hasyim.

Banggar meminta Pemda segera menyampaikan Raperda APBD 2026 kepada Gubernur Jawa Timur untuk tahap evaluasi sesuai regulasi.

Dengan selesainya pembahasan ini, DPRD dan Pemda berkomitmen mewujudkan APBD yang efisien, transparan, dan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Lamongan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru