Bangkalan Kebut Sinkronisasi Renja 2027, Fokus Ekonomi dan SDA agar Program Tak Tumpang Tindih

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Perangkat Daerah Kabupaten Bangkalan hari kedua di Aula Satpol PP, Rabu (25/02). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Forum Perangkat Daerah Kabupaten Bangkalan hari kedua di Aula Satpol PP, Rabu (25/02). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melanjutkan hari kedua Forum Perangkat Daerah untuk penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027, Rabu (25/02), di Aula Satpol PP Bangkalan. Agenda ini difokuskan pada sinkronisasi program sektor perekonomian dan sumber daya alam (SDA) sebagai penopang utama pertumbuhan daerah.

Forum dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Bangkalan, Amina Rahmawati, bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bangkalan, Wibagio Suharta.

Dalam arahannya, Amina menegaskan pentingnya penyelarasan lintas perangkat daerah agar perencanaan 2027 tidak tumpang tindih dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Sinkronisasi ini penting supaya program yang disusun saling mendukung, terintegrasi, dan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, sektor ekonomi dan SDA memiliki posisi strategis dalam struktur pembangunan Bangkalan, terutama dalam mendorong pertumbuhan berbasis potensi lokal. Setiap perangkat daerah diminta memaparkan rencana program, indikator kinerja, hingga target capaian untuk kemudian diintegrasikan dalam dokumen Renja PD 2027.

Forum ini menjadi tahapan krusial dalam sistem perencanaan daerah, karena Renja PD akan menjadi dasar penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2027.

Pemkab Bangkalan berharap melalui pembahasan yang terukur dan berbasis data, dokumen perencanaan yang dihasilkan semakin matang dan responsif terhadap tantangan pembangunan, termasuk penguatan ekonomi lokal dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

“Harapannya, perencanaan 2027 mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah,” pungkas Amina.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru