Bangkalan Kebut Tekan Stunting

Selasa, 9 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangkalan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kegiatan Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bangkalan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Percepatan penurunan stunting kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Pemerintah daerah menilai persoalan gizi kronis ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, Bangkalan menggelar Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa pada Senin (09/12).

Kegiatan evaluasi tersebut mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua TP PKK Bangkalan, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, hingga para kader lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi unsur penting dalam mewujudkan visi pembangunan “Bangkalan Sejahtera”.

Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menyampaikan bahwa percepatan penanganan stunting memiliki landasan kebijakan yang jelas, antara lain intervensi pada keluarga berisiko, pendampingan pra-nikah, serta pemenuhan MPASI sesuai standar. Ia menegaskan pentingnya gerakan kolektif.

“Menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua lini, mulai dari desa hingga kabupaten, harus bergerak dalam ritme yang sama,” ujarnya.

Fauzan juga menyoroti keberhasilan Provinsi Jawa Timur yang menekan prevalensi stunting menjadi 14,7%. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Bangkalan untuk memperkuat koordinasi. “Dengan kerja bersama yang lebih kuat, kita bisa mengejar target yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Sejumlah peserta menilai evaluasi rutin perlu dijadikan ruang penyempurnaan strategi. “Kami berharap ada perencanaan yang lebih cepat, tepat, dan terukur,” ujar salah satu tenaga kesehatan.

Melalui evaluasi ini, Pemkab Bangkalan ingin memastikan langkah penurunan stunting berjalan lebih terarah dan berdampak langsung pada masyarakat, terutama di wilayah berisiko tinggi. Pemerintah berharap gerakan kolaboratif ini dapat meningkatkan kesehatan keluarga dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru