BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Percepatan penurunan stunting kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Pemerintah daerah menilai persoalan gizi kronis ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, Bangkalan menggelar Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa pada Senin (09/12).
Kegiatan evaluasi tersebut mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua TP PKK Bangkalan, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, hingga para kader lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi unsur penting dalam mewujudkan visi pembangunan “Bangkalan Sejahtera”.
Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, menyampaikan bahwa percepatan penanganan stunting memiliki landasan kebijakan yang jelas, antara lain intervensi pada keluarga berisiko, pendampingan pra-nikah, serta pemenuhan MPASI sesuai standar. Ia menegaskan pentingnya gerakan kolektif.
“Menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua lini, mulai dari desa hingga kabupaten, harus bergerak dalam ritme yang sama,” ujarnya.
Fauzan juga menyoroti keberhasilan Provinsi Jawa Timur yang menekan prevalensi stunting menjadi 14,7%. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Bangkalan untuk memperkuat koordinasi. “Dengan kerja bersama yang lebih kuat, kita bisa mengejar target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Sejumlah peserta menilai evaluasi rutin perlu dijadikan ruang penyempurnaan strategi. “Kami berharap ada perencanaan yang lebih cepat, tepat, dan terukur,” ujar salah satu tenaga kesehatan.
Melalui evaluasi ini, Pemkab Bangkalan ingin memastikan langkah penurunan stunting berjalan lebih terarah dan berdampak langsung pada masyarakat, terutama di wilayah berisiko tinggi. Pemerintah berharap gerakan kolaboratif ini dapat meningkatkan kesehatan keluarga dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar